Badan Geologi Lakukan Penyelidikan Endapan Tsunami Di Pantai Pacitan, Provinsi Jawa Timur

1. Latar Belakang 

Kabupaten Pacitan merupakan bagian dari Provinsi Jawa Timur yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Wonogiri pada bagian barat. Kabupaten Pacitan merupakan bagian dari rangkaian pegunungan sewu yang memiliki bentang alam yang sangat khas yaitu kawasan karst dicirikan adanya perbukitan batugamping berbentuk kerucut, goa-goa karst, sungai bawah tanah, telaga karst, doline, sinkhole, dan lain-lain. Disamping dikenal dengan bentang alam karst, wilayah Kabupaten Pacitan juga dikenal akan keindahan pantainya sehingga menjadikan sebagai daerah pariwisata. 

Dibalik pesona alamnya yang indah, wilayah Kabupaten Pacitan tergolong sebagai salah satu daerah di Indonesia yang rawan dan berpotensi terjadinya bencana gempabumi dan tsunami.  Wilayah ini terletak dekat dengan zona subduksi sebagai sumber gempabumi sekaligus sebagai sumber pembangkit tsunami (tsunamigenic) yang terletak sekitar 250 km di selatan pantai Kabupaten Pacitan. Sehubungan dengan kondisi tersebut, maka pada tahun 2018, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi mengirimkan tim penyelidikan endapan tsunami di pantai selatan Kabupaten Pacitan.

 

2. Tim Penyelidikan Endapan Tsunami Pantai Kabupaten Pacitan 

Tim penyelidikan endapan tsunami di Pantai Selatan Kabupaten Pacitan terdiri -dari empat orang, yaitu : Arianne Pingkan Lewu, ST sebagai kepala tim dengan anggota Drs. Cecep Sulaeman, M.Si, Dr. Supartoyo dan Imun Maemunah, ST., M.Si. Tim tersebut bertugas dari tanggal 3 hingga 12 September 2018 dengan rincian kegiatan : melakukan pengamatan karakteristik pantai, singkapan pada teras pantai, pembuatan dan pengamatan stratigrafi paritan serta identifikasi endapan tsunami. Selain itu tim juga melakukan pengamatan upaya mitigasi tsunami di pantai selatan Kabupaten Pacitan. Dalam melaksanakan tugasnya tim penyelidikan endapan tsunami Badan Geologi dibantu oleh personil BPBD Kabupaten Pacitan yaitu Ridwan Fachul Rosidin.

 

3. Hasil Sementara

Berdasarkan pengamatan lapangan morfologi daerah Kabupaten Pacitan terdiri-dari perbukitan karst yaitu batugamping dan dataran rendah. Dataran rendah terdapat di Kota Pacitan sebagai ibukota kabupaten Pacitan, Pantai Soge, Pantai di Kecamatan Nagdirojo dan Sudimoro.  Perbukitan batugamping merupakan bagian dari Pegunungan Selatan Pulau Jawa serta merupakan jalur yang harus dilalui apabila mengunjungi pantai-pantainya. Batuan daerah Pacitan terdiri-dari batugamping berumur Tersier terdiri dari batugamping bioklastik, batugamping terumbu dan batugamping pasiran (kalkarenit). Pada beberapa tempat terdapat intrusi andesit. Daerah pantai dan Kota Pacitan pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai dan sungai. Karakteristik endapan Kuarter tersebut pada umumnya bersifat lunak, urai, terdiri-dari pasir lepas, belum kompak (unconsolidated), memperkuat efek goncangan/amplifikasi, sehingga rawan terhadap goncangan gempabumi. 

Pengamatan karakteristik pantai dan endapan tsunami dilakukan di Pantai Banyutibo, Klayar, Blosok, Watukarung, Kasap, Srau, Teleng Ria, Pidakan, Soge dan Taman. Pantai Banyutibo merupakan pantai tinggi berupa tebing yang memiliki aliran sungai hingga ke laut sehingga menghasilkan air terjun. 

Pengamatan endapan tsunami dilakukan melalui singkapan di daerah pantai dan pembuatan paritan. Pembuatan paritan dilakukan untuk mengamati detil stratigrafi, struktur sedimen, hubungan antar lapisan terutama pada endapan Kuarter dan kemungkinan adanya endapan tsunami. Lokasi pembuatan paritan adalah : Pantai Klayar, Blosok, Watukarung, Kasap, pesisir selatan Kota Pacitan dan Soge. Kedalaman paritan yang dibuat berkisar 50 hingga 180 cm dan jarak dari garis pantai sekitar 95 m hingga 1 km. Berdasarkan pengamatan hasil pembuatan paritan secara umum terlihat bahwa pada bagian atas merupakan tanah penutup (top soil) dan di bawahnya merupakan pasir lepas dengan ukuran butir dari pasir kasar hingga pasir halus yang mencirikan endapan pantai.  Pada beberapa lokasi di kedalaman 100 cm ditemukan bongkahan batugamping terumbu dan batugamping kristalin.  Pada lokasi paritan di pesisir selatan Kota Pacitan terdapat perlapisan dan lensa pasir besi pada kedalaman 50 cm hingga 100 cm. Berdasarkan pengamatan stratigrafi dari penampang paritan tidak/ belum terlihat adanya indikasi endapan tsunami. Endapan tsunami pada umumnya dicirikan batas perlapisan bergelombang atau erosi, sortasi buruk, mud clast, adanya fosil dari laut/ cangkang kerang dan material permukaan yang terbawa tsunami. 

Meskipun tidak ditemukan endapan tsunami pada lokasi paritan yang dibuat, namun ditemukan singkapan pada dinding pantai yang diperkirakan merupakan indikasi kandidat endapan tsunami di pantai Pidakan. Singkapan tersebut memperlihatkan adanya lapisan pasir berwarna abu-abu kecoklatan, ukuran butir pasir sedang, fragmen tersusun oleh cangkang dan pecahan batugamping, sortasi buruk, batas bawah dengan batupasir ukuran butir pasir halus adalah bergelombang. Ketebalan pasir abu-abu kecoklatan berkisar antara 2 hingga 27 cm. 

Berdasarkan pengamatan lapangan terlihat bahwa upaya mitigasi tsunami di pantai selatan Kabupaten Pacitan masih perlu ditingkatkan. Pada umumnya rambu-rambu evakuasi tsunami telah dipasang. Masyarakat di wilayah pantai pada umumnya telah memahami bahaya tsunami. Namun demikian pemahaman masyarakat tentang tsunami masih harus ditingkatkan, karena masih adanya anggapan yang menyamakan antara tsunami kecil dan gelombang tinggi/ekstrim akibat angin. Hanya dengan upaya mitigasi tsunami yang dilakukan secara optimal melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural, risiko dari bencana tsunami yang mungkin akan berulang di kemudian hari akan dapat diminimalkan. Semoga !

 

Pacitan 1 (150918)

Gambar 1. Lokasi pengamatan karakteristik pantai dan endapan tsunami di pantai Kabupaten Pacitan.

 

Pacitan 2 (150918)

Gambar 2. Melapor, koordinasi dan diskusi tentang Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Tsunami Pacitan dengan BPBD Kabupaten Pacitan.

 

Pacitan 3 (150918)

Gambar 3. Penjelasan dan diskusi hasil sementara kepada BPBD Kabupaten Pacitan (diwakili Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan/ Ibu Nita).

 

Pacitan 4 (150918)

Gambar 4. Tim penyelidikan endapan tsunami Badan Geologi bersama BPBD Kabupaten Pacitan dan pekerja yang menggali paritan di Pantai Soge,

Kecamatan Ngadirojo.

 

Pacitan 5 (150918)

Gambar 5. Kenampakan pantai dengan relief tinggi dan terdapat air terjun di Pantai Banyutibo.

 

Pacitan 6 (150918)

Gambar 6. Vegetasi pohon pinus di pantai Pacitan dapat berfungsi untuk mengurangi energi tsunami.

 

Pacitan 7 (150918)

Gambar 7. Pantai Taman yang tergolong pantai landai dengan bekas abrasi pantai yang ditimbun untuk pembuatan jalan.

 

Pacitan 8 (150918)

Gambar 8. Lokasi paritan di pantai Kasap dan ditemukan bongkahan batugamping terumbu pada kedalaman 100 cm.

 

Pacitan 9 (150918)

 Gambar 9. Singkapan yang diperkirakan merupakan kandidat endapan tsunami pada teras pantai di Pantai Pidakan.

 

Pacitan 10 (150918)

Gambar 10. Diskripsi paritan di Pantai Soge, Kecamatan Ngadirojo dengan kedalaman 180 cm dan terendam air bagian bawahnya.

 

Pacitan 11 (150918)

Gambar 11. Bagian bawah lokasi paritan di Pantai Soge, Kecamatan Ngadirojo yang tersusun oleh pasir lepas runtuh dan mengikis bagian atasnya.

 

Pacitan 12 (150918)

Gambar 12. Lapisan dan lensa pasir besi pada lokasi paritan kedalaman antara 70 cm hingga 90 cm  di pantai selatan Kota Pacitan.