Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kec. Rembang, Kab. Purbalingga Provinsi Jawa Tengah

Laporan singkat hasil pemeriksaan bencana gerakan tanah di wilayah Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permintaan Pemeriksaan Gerakan Tanah Daerah dari Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga 362/00871 dan permintaan BPBD Purbalingga. Hasil pemeriksaan sebagai berikut:

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah berupa retakan dan nendatan di Dusun 3, Kp. Buled Kalikarang, Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Purbalingga terjadi hampir setiap musim hujan, namun pada bulan Januari 2017 retakan tersebut sangat lebar dan panjang sehingga 1 rumah hancur dan 11 rumah terancam gerakan tanah tipe lambat. Akibat kejadian tersebut warga merasa kawatir dan jika mengungsi setiap terjadi hujan. Secara geografis lokasi ini terletak pada koordinat  109° 31' 23.2" BT dan 7° 16' 40.5" LS

 

2. Jenis Gerakan Tanah:

Jenis gerakan tanah di Dusun 3, Kp. Buled Kalikarang, Desa Tanalum, Kecamatan Rembang berupa retakan/ rayapan.  Longsoran terjadi pada bagian bawah berarah relative ke selatan (N 200°E). Retakan pada bagian bawah lereng lebar retakan 50 - 60 cm, turun 93 – 110 cm, dan panjang 83 meter. Sedangkan pada bagian atas lebar 5 – 10 cm, panjang 100 meter, turun 10 – 20 cm.

 

3. Dampak gerakan tanah 

Dampak gerakan tanah berdasarkan data lapangan antara lain :

  • 1 rumah rusak berat, 11 rumah retak-retak karena gerakan tanah tipe lambat.
  • Sawah dan tegalan rusak
  • Warga khawatir dan mengungsi jika hujan turun.

 

4. Kondisi daerah bencana

  • Morfologi, Secara umum topografi di sekitar lokasi bencana  berupa lereng perbukitan dengan ketinggian antara 200 - 400 meter di atas permukaan laut. Lokasi daerah bencana merupakan perbukitan dengan kelerengan berkisar 10 - 20°. Namun dibeberapa tempat berlereng >30° terrutama yang berlitologi lava andesit.
  • Kondisi Geologi, Berdasarkan pengamatan lapangan batuan di daerah bencana batulempung berwarna hijau keabuan (Formasi Halang) dan diatasnya berupa tanah pelapukan lempung pasiran, Disamping itu pada bagian utara dan alur sungai dijumpai lava andesit dan breksi (bagian dari Formasi Kumbang). Secara regional hubungan kedua satuan ini menjemari dan seumuran, namun pada lokasi ini lava andesit dan breksi andesit berada di bawah napal dan batulempung, kondisi ini menyebabkan daerah ini mudah bergerak
  • Tata guna lahan dan Keairan, Tata lahan pada bagian atas berupa kebun dan ladang. Sedangkan di bagian bawah pemukiman dan jalan dan sawah.  Muka air tanah di daerah ini berkisar 2 - 5 meter, dengan aliran dari anak sungai yang melimpah.
  • Kerentanan Gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Purbalingga bulan Februari 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah - Tinggi artinya di daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan longsoran lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:
  • Kondisi geologi berupa batulempung yang menyerpih terletak diatas breksi andesit dan lava andesit menyebabkan lokasi ini mudah bergerak dengan tipe rayapan
  • Karakteristik batulempung Formasi Halang yang mudah mengalami kembang susut yang tinggi dan plastisitas tinggi jika tersingkap menyebabkan mudah mengalami gerakan tanah tipe lambat.
  • Curah hujan yang tinggi yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Kemiringan lereng yang agak terjal mengakibatkan tanah mudah bergerak
  • Sistem drainase yang kuarang baik 

 

6. Mekanisme:

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan air terakumulasi pada batas tanah lapuk dengan batulempung. Air kemudian meresap pada tanah pelapukan yang bersifat sarang, sehingga tanah menjadi mudah jenuh air. Keadaan tersebut mengakibatkan bobot masa tanah dan kejenuhan tanah meningkat. Pelapukan tanah yang tebal dan batulempung (Formasi Halang) yang berada di atas lava andesit sehingga tanah pelapukan dan batulempung mudah bergerak lambat. Dengan adanya bobot massa tanah yang tinggi, pelapukan yang tebal dan kemiringan lereng > 15o, serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan tahanan lereng lemah kemudian dipacu dengan gaya gravitasi dan sifat dasar batunapal maka terjadilah gerakan tanah tipe rayapan.

 

7. Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan:

  • 1 rumah yang rusak berat agar di pindah ke tempat yang lebih aman.
  • Jenis gerakan tanah tipe rayapan umunya jarang menimbulkan korban jiwa, namun demikian seringkali menyebabkan rusaknya bangunan dan ketidaknyaman bertempat tinggal.
  • Pada area ini terdapat 11 rumah yang terletak pada zona yang bergerak, pada saat ini karena rumahnya permanen sehingga terjadi retak-retak dan ke depan akan mengalami pergerakan jika curah hujan tinggi.
  • Sebaiknya 11 rumah tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih aman atau relokasi mandiri atau memanfaatkan/tukar guling dengan tanah kas desa. Hal ini karena meskipun pergerakannya lambat tapi intensif, sehingga lama-lama kontruksi rumah permanen akan rusak dan hancur.
  • Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan terutama jika muncul rembesan pada tekuk lereng dan retakan bertambah lebar
  • Masyarakat agar memantau jika muncul retakan baru, segera ditutup agar air tidak masuk ke retakan tersebut dan jika retakan bertambah lebar segera mengungsi dan melaporkan ke Pemerintah Daerah. Tidak membuat kolam pada daerah retakan karena akan mempercepat terjadinya gerakan tanah.
  • Pada saat ini jika hujan masyarakat mengungsi ke saudaranya, karena khawatir akan terjadi longsoran
  • Meningkatkan kesiapsiagaan pada saat dan setelah turun hujan karena potensi pergerakan tanah masih ada.
  • Tata guna lahan persawahan atau yang memerlukan banyak air sebaiknya dihindari di daerah ini.
  • Jika muncul retakan segera di tutup dengan tanah agar air tidak masuk ke dalam retakan.
  • Masyarakat perlu waspada bila perlu mengungsi ketempat yang aman jika terjadi hujan lebih dari 3 jam,
  • Material longor yang menutup alur sungai kecil hendaknya dibersihkan, dan saluran dibuat lancar agar tidak terjadi aliran bahan rombakan/ banjir bandang
  • Karena gerakan tanah yang terjadi merupakan tipe rayapan, maka rumah panggung akan lebih aman digunakan dibanding rumah permanen.
  • Rumah yang berada di lereng bagian atas dan di bawah tebing curam harus meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan.
  • Dibuat pengaturan saluran drainase agar tidak melimpah ke daerah rawan longsor;

 

 

LAMPIRAN

 

Tanalum 1 (150317)

Peta lokasi daerah bencana

 

Tanalum 2 (150317)

Peta situasi gerakan tanah di lokasi bencana

 

Tanalum 3 (150317)

Gambar Penampang A - B

 

Tanalum 4 (150317)

Satu rumah permanen hancur akibat gerakan tanah tipe lambat

 

Tanalum 5 (150317)

Gambar retakan pada bagaian bawah (lebar retakan 50- 60 cm, turun 93 – 110 cm, dan panjang 83 meter

 

Tanalum 6 (150317)

Batuan Lava andesit dan breksi (kiri) yang merupakan bagian dari Formasi Kumbang, dan napal serta batulempung (kanan) yang merupakan bagian dari Formasi Halang. Secara regional hubungan kedua satuan ini menjemari dan seumur, namun pada lokasi ini lava andesit berada di bawah napal dan batulempung, sehingga dilokasi ini mudah bergerak.

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN PURBALINGGA, PROVINSI JAWA TENGAH

 BULAN FEBRUARI 2017

Tanalum 7 (150317)

Keterangan : 

Tanalum 8 (150317)

 

Tanalum 9 (150317)

Peta Prakiraan Wilayah Potensi Gerakan Tanah Kabupaten Purbalingga Bulan Februari 2017

 

Tanalum 10 (150317)

Peta Geologi di daerah Tanalum dan sekitarnya