Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Di Kec. Cisewu Dan Kec. Cihurip, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

Tanggapan gerakan tanah di Kecamatan Cisewu dan Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan pemberitaan dari www.detiknews.com pada Minggu, 19 Maret 2017, sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Cisweu dan Desa Tajur Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Gerakan tanah terjadi pada hari Sabtu, tanggal 18 Maret 2017 sekitar pukul 16.00 WIB setelah diguyur hujan deras sejak siang.

 

2. Jenis Gerakan Tanah :

Gerakan tanah diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan.

 

3. Dampak gerakan tanah :

Desa Sukajaya, Kecamatan Cisweu:
  • Akses jalur provinsi yang menghubungkan Garut – Bandung terputus karena tertimnbun material longsor.
  • 2 (dua) rumah rusak tertimbun material longsor.

Desa Tajur Mekarwangi, Kecamatan Cihurip

  • 1 (satu) orang meninggal dunia tertimbun material longsor.

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum Desa Sukajaya dan Desa Tajur Mekarwangi dan sekitarnya merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan sedang agak terjal - terjal. Lokasi gerakan berada pada ketinggian antara 700 – 900 meter diatas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa (M. Alzwar, dkk., 1992) daerah lokasi gerakan tanah di Desa Sukajaya dan Desa Tajur Mekarwangi disusun oleh Batuan Gunungapi Tua Tak Teruraikan yang terdiri dari tuf, breksi tuf dan lava (QTv) serta batuan dari Formasi Bentang yang terdiri dari batupasir tufaan, tuf batuapung, batulempung konglomerat, dan lignit.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Provinsi Jawa Tengah bulan Maret 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Cisewu dan Kecamatan Cihurip termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah – Tinggi artinya pada daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
  • Kemiringan lereng yang terjal membuat lereng mudah bergerak,
  • Sifat tanah pelapukan yang gembur/sarang dan mudah luruh serta lunak jika terkena air,
  • Curah hujan yang tinggi dan lama pada saat dan sebelum kejadian gerakan tanah dan banjir bandang.

 

6. Tim pemeriksaan bencana gerakan tanah akan diberangkatkan ke lokasi bencana untuk melakukan:
  • Pemeriksaan guna mengetahui penyebab terjadinya gerakan tanah,
  • Memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah,
  • Memberikan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana

 

 

LAMPIRAN

 

Garut 1 (210317)

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kec. Cisewu dan Kec. Cihurip, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa barat

 

Garut 2 (210317)

Gb.2. Peta Petunjuk Lokasi Bencana Gerakan Tanah di Desa Tajur Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut

 

Garut 3 (210317)

Gb.3. Peta Geologi Desa Sukajaya dan sekitarnya, Kecamatan Cisweu, Kabupaten Garut

 

Garut 4 (210317)

Gb.4. Peta Geologi Desa Tajur Mekarwangi dan sekitarnya, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut

 

Garut 5 (210317)

Gb.5. Peta Prakiraan Terjadinya Gerakan Tanah pada Bulan Maret 2017 di Kabupaten Garut, Jawa Barat

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN GARUT

PROVINSI JAWA BARAT

BULAN MARET 2017 

Garut 6 (210317)

Keterangan :

Garut 7 (210317)