Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  Bencana Gerakan di Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat berdasarkan lewat telphon dan Permohonan Kajian Gerakan Tanah Yang Bernomor 546.2/122-PK. Hasil pemeriksaan sebagai berikut, sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di RT 04/ RW 03, Kampung Cilamur Pabuaran, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat :  6° 31' 41.1" LS dan 106° 36' 56.3" BT. Gerakan tanah terjadi pada 21 Februari 2017. Karena khawatir 22 Kepala Keluarga sempat diungsikan.

 

2,  Kondisi daerah bencana :

  • Morfologi, Secara umum daerah bencana di Kp. Cilamur Kidul dan Cilamur Pabuaran terletak dibawah lereng perbukitan bergelombang kuat dengan kemiringan lereng 28° - 35°, dan pemukiman terletak di bawah material longsoran.
  • Geologi, Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bencana batuan penyusun daerah bencana merupakan produk gunungapi berupa breksi andesit yang lapuk dan menumpang diatas aliran lava andesit, sedangkan batuan dasarnya merupakan Batupasir, tuf batuapung, napal dengan moluska, batugamping dan batulempung (Formasi Bojongmanik). Tanah pelapukan yang berupa pasir lempungan mempunyai kandungan tuf yang tinggi. Berdasarkan penyelidikan lapangan banyak pada ladang/lahan banyak ditemukan material longsoran lama berupa boulder-boulder batu, namun masih sekitar 100 meter dari pemukiman.
  • Keairan, Kondisi keairan di sangat melimpah karena perkampungan terletak di dekat Sungai Ci Tempuran daerah bencana untuk keperluan sehari-hari menggunanakan sumur dan air dari mata air.
  • Tata guna lahan, Di Kp. Cilamur Kidul dan Cilamur Pabuaran, Desa Leuwibatu lereng bagian atas berupa belukar, kebun campuran sedangkan lereng bagian bawah berupa perkampungan dan persawahan.
  • Kerentanan gerakan tanah, Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Bogor bulan Februari 2017 (PVMBG-Badan Geologi), lokasi bencana terletak pada daerah potensi gerakan tanah menegah - tinggi artinya pada lokasi ini berpotensi menegah - tinggi terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

 

3. Situasi dan Dampak Bencana

Jenis Gerakan tanah yang terjadi di Cilamur Pabuaran, Desa Leuwibatu adalah berupa longsoran (slide) tanah dan batu. Retakan (rayapan) ini muncul karena tarikan namun sudah menutup kembali. Longsoran ini terjadi karena kontras permeabilitas antara tanah pelapukan dan lava andesit yang ada di bawahnya. Arah pergerakan retakan relatif ke timur (N 103°E). Panjang landaan longsoran 168 meter, lebart mahkota longsoran 18 meter, lereng yang longsor 53 m, dengan kelerengan 28°. Dampak bencana menyebabkan 22 KK diungsikan

 

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah:

  • Kemiringan lereng yang terjal (28°)
  • Tanah pelapukan yang menumpang diatas lava andesit masiv
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Kurangnya tanaman yang berakar kuat dan dalam

 

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

Curah hujan yang tinggi, saluran drainase yang kurang baik dan kelerengan terjal menyebabkan air hujan masuk ke dalam tanah pelapukan sehingga lereng jenuh air. Akibatnya bobot masanya tanah bertambah dan kuat gesernya menurun, serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan tahanan lereng lemah kemudian dipacu dengan gaya gravitasi maka terjadilah gerakan tanah tipe longsoran. Selain itu tanah pelapukan yang menumpang pada lava andesit dengan kemiringan terjal tersebut menyebabkan lereng mudah bergerak (baik tipe cepat maupun lambat).

 

6. Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  • Mengingat antara material longsoran dan pemukiman masih ada jarak 100 meter, tidak ada alur sungai yang muncul, banyaknya pohon dibagian bawah serta material longsoran lama belum sampai ke pemukiman maka pemukiman belum perlu untuk direlokasi.
  • Potensi yang mungkin terjadi saat ini adalah aliran lumpur muncul retakan jika hujan lebat karena kelerengan terjal.
  • Masyarakat yang tinggal dekat dengan tebing dan dibawah material longsoran (RT 04/ RW 03) sebaiknya meningkatkan kesiapsiagaan pada saat dan setelah turun hujan karena potensi pergerakan tanah masih ada.
  • Tidak melakukan pemotongan lereng yang terlalu terjal
  • Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan terutama jika muncul rembesan atau aliran lumpur pada bagian atas lereng sebaiknya mengungsi atau dievakuasi secepatnya.
  • Masyarakat agar memantau jika muncul retakan baru, segera ditutup agar air tidak masuk ke retakan tersebut dan jika retakan bertambah lebar dan muncul rembesan segera mengungsi dan melaporkan ke Pemerintah Daerah.
  • Tidak membuat kolam dan sawah pada daerah retakan karena akan mempercepat terjadinya gerakan tanah.
  • Masyarakat perlu waspada bila perlu mengungsi ketempat yang aman jika terjadi hujan lebih dari 2 jam.
  • Perkembangan pemukiman sebaiknya dijaga agar tidak ke atas (ke lereng bukit) mengingat lereng bagian atas merupakan endapan kolovium atau endapan longsoran baru dan lama sehinga potensi terjadi longsor tipe cepat dan lambat tinggi

 

 

LAMPIRAN

 

Bogor 1 (040417)

Gambar 1. Peta petunjuk lokasi gerakan tanah di Kp. Cilamur Pabuaran, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor

 

Bogor 2 (040417)

Gambar 2 Peta Geologi Lokasi Bencana

 

TABEL WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT

 BULAN FEBRUARI 2017

Bogor 3 (040417)

Keterangan : 

Bogor 4 (040417)

 

Bogor 5 (040417)

Gambar 3. Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Bogor di Bulan Februari 2017

 

Bogor 6 (040417)

Gambar 4 Peta situasi gerakan tanah di Kp Cilamur Pabuaran, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kab. Bogor

 

Bogor 7 (040417)

Gambar 5 Penampang situasi gerakan tanah di Kp Cilamur Pabuaran, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kab. Bogor

 

Bogor 8 (040417)

Kelerengan yang cukup terjal, material batu lepas-lepas dan tanah yang jika hujan berpotensi terbawa ke bawah

 

Bogor 9 (040417)

Mahkota longsoran di Kp Cilamur Pabuaran, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kab. Bogor

 

Bogor 10 (040417)

Breksi andesit yang lapuk dan menumpang diatas aliran lava andesit

 

Bogor 11 (040417)

Pemukiman yang berada di bawah lokasi gerakan tanah

 

Bogor 12 (040417)

Koordinasi BADAN GEOLOGI, BPBD Kabupaten Bandung Barat dan Kepala Desa di Kantor Desa Leuwi Batu