Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  rencana tempat relokasi di Kp. Bolang RT02/05, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat berdasarkan Permohonan Kajian Peninjauan Kelayakan Calon Lahan Relokasi yang bernomor 360/08-RR. Hasil pemeriksaan sebagai berikut, sebagai berikut :

 1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menyebabkan 5 Kepala Keluarga rumahnya terancam longsoran (2 rumah sudah rusak berat dan 3 rumah rusak ringan). Namun hanya 2 rumah yang bersedia di relokasi, sedangkan 3 rumah yang terancam tidak bersedia direlokasi. Gerakan tanah ini terjadi karena kondisi geologi batuannya napal dan serpih lempungan Formasi Jatiluhur pada kelerengan yang terjal (>45°) yang dipicu oleh erosi Sungai Cileungsi dan curah hujan tinggi. Atas dasar kejadian tersebut penduduk yang terkena dampak bencana gerakan tanah akan di relokasi di Kp. Bolang RT02/05 sehingga perlu kajian geologi terhadap rencana tempat relokasi yang akan dibangun.

2.  Kondisi Rencana Tempat Relokasi

  • Daerah rencana relokasi secara geografi terletak pada koordinat 106° 55' 31.4" BT dan 6° 31' 29.7" LS dan 106° 55' 32.4" BT dan 6° 31' 31.6" LS.
  • Luas tanah daerah rencana relokasi membutuhkan lahan untuk 2 rumah (+ 250 m2)
  • Tata guna lahan rencana tempat relokasi kebun campuran (kebun singkong dan pisang).
  • Jarak dengan lokasi bencana sekitar 80 m dan 133 m menjauh dari bibir sungai dan berdekatan dengan pemukiman lama
  • Pencapaian lokasi rencana relokasi 1 berjarak 70 m dari jalan utama dengan jalan masuk (lebar 2 m) kondisi jalan tanah dan jalan setapak menuju tempat relokasi 2 yang berjak 65 m dari relokasi 1.
  • Morfologi daerah calon relokasi berupa lereng landai - agak terjal  dari perbukitan bergelombang lemah dengan kemiringan 5 - 130 (bagian atas) dan terdapat alur sungai kecil hanya berair jika turun hujan yang terletak di bagian samping lahan relokasi 1.
  • Batuan dasar penyusun daerah relokasi adalah napal dan serpih lempungan Formasi Jatiluhur (Tmj) yang ditutupi pelapukan endapan gunungapi muda.
  • Kondisi keairan penduduk disekitar lahan relokasi menggunakan mata air yang disalurkan pakai pipa  untuk keperluan sehari-hari.
  • Dari hasil pengamatan lapangan di daerah tersebut tidak terdapat tanda-tanda terjadinya gerakan tanah, baik gerakan tanah lama maupun baru. Hal yang perlu diantisipasi terhadap potensi gerakan tanah apabila tanah sudah dibuat relokasi adalah pada lembah alur sungai dan tanah timbunan/tanah urugan yang tidak/kurang padat, sehingga di usahakan seminimal mungkin pengurugan tanah untuk keperluan tempat relokasi.
  • Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bogor,  Provinsi Jawa Barat (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), skala 1 : 100.000, daerah rencana lahan relokasi sebagian besar masuk ke dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Tinggi artinya daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.. Namun berdasarkan hasil kajian detail lahan relokasi di lokasi ini tidak ditemukan tanda tanda gerakan tanah lama dan kelerengan yang tidak terjal dan jauh dari sungai atau rumah yang terancam longsor. Disamping itu lahan yang diperlukan hanya untuk membangun 2-3 rumah (+ 250 m2), sehingga tidak membutuhkan area yang luas. Pada lokasi ini tersedia area dengan luas 250 m2 yang aman dari gerakan tanah untuk 2-3 rumah.
  • Berdasarkan hasil penyelidikan daerah ini  terdapat area seluas 250 m2 yang cukup layak untuk dijadikan sebagai lahan relokasi dengan syarat :

-       Tidak membuat pemotongan lereng dengan sudut lereng lebih besar dari 150 dengan tinggi lereng lebih dari 1,5 meter.

-       Perlu dibuat saluran kedap untuk air permukaan dan air limbah rumah tangga dan dialirkan ke kaki lereng (agar tidak meresap dan menjenuhi tanah)

-       Pada alur sungai kecil (sungai intermiten) dibuat sepadan sungai tidak untuk pemukiman

-       Pemukiman mengkombinasikan penanaman tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng.

-       Tidak mencetak kolam dan sawah pada lahan relokasi

 3. Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan penyelidikan geologi daerah rencana tempat relokasi kemungkinan aman terahadap potensi bencana gerakan tanah, sehingga daerah tersebut cukup layak untuk pemukiman, namun demikian harus disesuaikan dengan rencana tata ruang dan wilayah Kabupaten Bogor.
  2. Tidak membuat pemotongan lereng dengan sudut lereng lebih besar dari 150.
  3. Pemotongan tinggi lereng kurang dari 1,5 meter dengan perbandingan tinggi vertikal : jarak horizontal adalah 1 : 2
  4. Perlu dibuat saluran kedap untuk air permukaan dan air limbah rumah tangga dan dialirkan ke kaki lereng (agar tidak meresap dan menjenuhi tanah)
  5. Pada alur sungai kecil (sungai intermiten) dibuat sepadan sungai atau pemukiman tidak terlalu dekat dengan alur sungai atau tidak untuk pemukiman.
  6. Pemukiman mengkombinasikan penanaman tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng.
  7. Tidak mencetak kolam dan sawah pada lahan relokasi
  8. Masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama.

 

 

bogor citeureup

Gambar 1. Peta petunjuk tempat relokasi Kp. Bolang RT02/05, Desa Tajur,

Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

 

bogor citeureup 1

Gambar 2. Peta Geologi Regional Rencana Lokasi Relokasi

 

bogor citeureup 2

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bogor

 

bogor citeureup 3

Gambar 4. Peta Situasi Lahan Relokasi Kp. Bolang RT02/05, Desa Tajur,

Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

 

 

bogor citeureup 4

Gambar 5. Penampang Lahan Relokasi di Kp. Bolang RT02/05, Desa Tajur,

Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat


 

bogor citeureup 5

Foto 1. Gerakan tanah yang mengancam perumahan di diding Sungai Cileungsi

 

 

bogor citeureup 6

Foto 2  Rencana Tempat Relokasi 1 Kp. Bolang RT02/05, Desa Tajur

 

 

bogor citeureup 7

Foto 3  Rencana Tempat Relokasi 2 Kp. Bolang RT02/05, Desa Tajur

 

bogor citeureup 8

Foto 4 Diskusi Penyelidikan Tempat Relokasi di Kp. Bolang RT02/05, Desa Tajur