Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim pasca bencana gerakan tanah di wilayah di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar, dengan nomor surat 360/350/IX/2017 tanggal surat 11 September 2017, sebagai berikut:

1. Lokasi bencana dan waktu kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Dusun Gayaman RT 4/ RW 3, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografi terletak pada koordinat 07° 28’ 20,3” LS dan 110° 50’ 35,9” BT. Gerakan tanah terjadi pada bulan Juli 2017.

 

2. Kondisi daerah bencana:

  • Morfologi: Secara umum daerah bencana berupa perbukitan dengan kemiringan lereng yang landai pada bagian atas, hampir tegak pada lereng bagian tengah dan agak terjal pada lereng bagian bawah. Lokasi bencana berada pada ketinggian 360 meter diatas permukaan laut.
  • Geologi: Berdasarkan Peta Geologi Lembar Salatiga, Jawa (Sukardi dan T. Buhitrisna, 1992), daerah bencana disusun oleh batuan dari Formasi Kabuh yang terdiri dari perselingan konglomerat, batupasir dan tuf (Qpk) serta batuan dari Formasi Kalibening yang terdiri dari napal pejal bersisipan batupasir tufaan dan bintal batugamping (Tmpk). Berdasarkan hasil pemeriksaan, batuan dasar daerah bencana adalah batupasir sedangkan tanah pelapukan berupa pasir tufaan. Kontak antara kedua lapisan tersebut diperkirakan sebagai bidang gelincir.
  • Tata Guna Lahan: Tataguna lahan pada lereng bagian atas berupa permukiman sedang pada bagian tengah berupa kebun campuran. Pada lereng bagian bawah berupa permukiman.
  • Keairan: Keairan pada lokasi bencana berasal dari mata air dengan muka air tanah yang dangkal. Pada lereng bagian bawah terdapat sumur warga dengan kedalam air yang dangkal yaitu sekitar 1 meter.
  • Kerentanan gerakan tanah: Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Provinsi Jawa Barat bulan September 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Gondangrejo termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

 

3. Kondisi gerakan tanah dan akibat yang ditimbulkan:

Gerakan tanah yang terjadi berupa rayapan yang berpotensi berkembang menjadi tipe rotasional. Pada bagian atas lereng terdapat retakan dengan arah N 330° E atau relatif ke arah barat laut – tenggara. Pada bagian bawah lereng tepatnya pada areal pemukiman muncul bulging sebagai dorongan dari lereng bagian atas.

Dampak bencana:

  • 2 (dua) rumah terancam. 1 diantaranya harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman.

 

4. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah:

Secara umum gerakan tanah disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: 

  • Muka air tanah yang sangat dangkal;
  • Bidang lemah berupa kontak antara tanah pelapukan (pasir tufan) dengan batuan yang bersifat lebih kedap (batupasir). Kontak antara keduanya diperkirakan sebagai bidang gelincir,
  • Kemiringan lereng yang sangat terjal mengakibatkan tanah mudah bergerak,
  • Sistem drainase yang kurang baik,
  • Gerakan tanah kemungkinan dikontrol oleh struktur geologi;
  • Curah hujan yang tinggi sebagai pemicu terjadinya gerakan tanah.

 

5. Mekanisme gerakan tanah:

Curah hujan yang tinggi dan mata air serta muka air tanah yang dangkal (dari sumur sekitar 1 m) sehingga area tersebut mudah jenuh air. Tanah pelapukan yang bersifat gembur dan sarang menumpang di atas batupasir, batas diantaranya diperkirakan sebagai bidang gelincir. Kondisi batuan bersifat kurang kedap air sehingga air mudah masuk dan tanah menjadi mudah jenuh air. Keadaan tersebut mengakibatkan bobot masa tanah, tekanan air pori dan kejenuhan tanah meningkat sehingga mudah terjadi gerakan tanah tipe rayapan. Dengan adanya bobot massa tanah yang tinggi, kemiringan tebing yang sangat terjal sampai hampir tegak, serta dangkalnya muka air tanah sehingga mudah terjadi gerakan tanah tipe rayapan.

 

6. Rekomendasi:

  • Pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama, masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi bencana supaya selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengungsi ke tempat yang aman untuk menghindari kemungkinan terjadinya longsoran;
  • 1 (satu) rumah milik Pak Karyosalim yang terancam sebaiknya direlokasi ke tempat yang lebih aman (foto 3);
  • Tidak melakukan aktivitas pada dan dibawah tebing
  • Di lahan pemukiman harus dibuat saluran air permukaan yang kedap air, supaya air tidak meresap ke dalam tanah, air harus langsung dibuang menjauhi lereng;
  • Selalu memantau retakan yang ada pada bagian atas lereng, apabila retakan terus berkembang, segera melaporkannya ke pemerintah daerah setempat;
  • Menutup retakan dengan tanah yang dipadatkan sehingga air permukaan/ air hujan tidak meresap langsung ke dalam lereng;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

LAMPIRAN

Karanganyar 1 (131017)

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

 

Karanganyar 2 (131017)

Gambar 2. Peta geologi Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

 

Karanganyar 3 (131017)

Gambar 3. Peta situasi gerakan tanah di Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

 

Karanganyar 4 (131017)

Gambar 4. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan september 2017, Kabupaten Karanganyar

 


POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN KARANGNYAR

PROVINSI JAWA TENGAH BULAN SEPTEMBER 2017

Karanganyar 5 (131017)

Keterangan :

Karanganyar 6 (131017)

 

Karanganyar 7 (131017)

Foto 1. Amblasan di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Hal ini sebagai salah satu ciri gerakan tanah tipe rayapan.

 

Karanganyar 8 (131017)

Foto 2. Lereng yang sangat terjal sebagai salah satu penyebab terjadinya gerakan tanah di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

 

Karanganyar 9 (131017)

Foto 3. 1 (satu) rumah yang terancam gerakan tanah di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar dan harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Rumah tersebut mengalami pengangkatan akibat dorongan dari lereng yang tidak stabil yang berada di belakang rumah.

 

Karanganyar 10 (131017)

Foto 4. Sumur di sekitar lokasi bencana di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar dengan mata air tidak lebih dari 1 meter.

 

Karanganyar 11 (131017)

Foto 5. Sosialisai dan koordinasi tim PVMBG dan BPBD Kabupaten Karanganyar mengenai mitigasi gerakan tanah di  Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo