Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim pasca bencana gerakan tanah di wilayah di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar, dengan nomor surat 360/350/IX/2017 tanggal surat 11 September 2017, sebagai berikut: 

1. Lokasi bencana dan waktu kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Dusun Dukuh, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografi terletak pada koordinat  07° 39’ 57,1” LS dan 111° 04’ 17,1” BT. Gerakan tanah terjadi sejak tahun 2007 dan terus terjadi sampai sekarang terutama pada musim hujan.

Lokasi ini pernah diperiksa pada tanggal 28 Maret – 3 April 2017 dan telah dikirim laporan singkat dengan nomor surat 1331/45/BGL.V/2015 tanggal 16 April 2015.

 

2. Kondisi daerah bencana:

  • Morfologi: Secara umum daerah bencana berupa perbukitan dengan kemiringan lereng agak terjal pada lereng bagian atas dan terjal pada lereng bagian bawah. Lokasi bencana merupakan bagian dari lereng perbukitan Gunung Lawu dan berada pada ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan laut.
  • Geologi: Berdasarkan Peta Geologi Lembar Berdasarkan Peta Geologi Lembar Ponorogo, Jawa (Sampurno dan H. Samodra, dkk., 1997), secara regional lokasi gerakan tanah disusun oleh Lahar Lawu yang terdiri dari komponen andesit, basal, dan sedikit batuapung yang bercampur dengan pasir gunungapi (Qlla). Berdasarkan hasil pemeriksaan, daerah bencana disusun oleh lapukan dari breksi yang berada diatas batulempung. Kontak antara keduanya diperkirakan sebagai bidang gelincir.
  • Tata Guna Lahan: Tataguna lahan pada lereng bagian atas berupa pemukiman, pada lereng bagian tengah berupa kebun campuran, sawah, dan ladang. Sedangkan pada lereng bagian bawah berupa pemukiman dan kebun campuran.
  • Keairan: Kondisi keairan permukaan di lokasi gerakan tanah dalam kondisi baik dan melimpah pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau cukup kering. Keairan daerah bencana berasal dari limpasan air permukaan. Pada bagian lembah (bagian barat laut) mengalir Kali Ungkal yang mengalir cukup deras.
  • Kerentanan gerakan tanah: Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Provinsi Jawa Barat bulan September 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Matesih termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah sampai Tinggi artinya pada daerah ini dapat terjadi gerakan tanah terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

 

3. Kondisi gerakan tanah dan akibat yang ditimbulkan:

Gerakan tanah yang terjadi berupa rayapan dengan kecepatan lambat. Arah umum rayapan relatif ke arah barat laut. Pada bagian permukaan tanah dan bangunan muncul retakan dengan arah relatif timur laut – barat daya.

Dampak bencana:

  • 1 (satu) rumah rusak berat dan beberapa rumah rusak ringan.

 

4. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah:

Secara umum gerakan tanah disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: 

  • Tanah pelapukan yang bersifat sarang dan mudah meloloskan air dan luruh jika terkena air,
  • Bidang lemah berupa kontak antara tanah pelapukan dengan batuan yang bersifat lebih kedap (batulempung). Kontak antara keduanya diperkirakan sebagai bidang gelincir,
  • Kemiringan lereng yang agak terjal mengakibatkan tanah mudah bergerak,
  • Curah hujan yang tinggi sebagai pemicu terjadinya gerakan tanah,
  • Pembebanan dan penjenuhan serta pelunakan tanah akibat akumulasi air pada lahan pertanian basah (sawah) serta pembeban berat akibat bangunan permanen pada bagian atas lereng.

 

5. Mekanisme gerakan tanah:

Gerakan tanah  di lokasi ini terjadi akibat berkurangnya nilai kestablian lereng karena penjenuhan, penambahan bobot massa tanah, dan pelunakan yang dipengaruhi akumulasi air akibat dari pola tanam basah (sawah).  Curah hujan yang tinggi dan peresapan air yang cepat melalui saluran pembuangan yang tidak kedap, semakin mempercepat proses penjenuhan dan penambahan bobot massa tanah.

Akibat kemiringan lereng yang agak terjal serta bidang lemah berupa kontak antara tanah pelapukan dengan lapisan yang kurang kedap air (batulempung), mengakibatkan tanah pada lokasi gerakan tanah mudah bergerak sehingga terjadi gerakan tanah dengan tipe rayapan dan terjadi retakan-retakan pada permukaan tanah dan bangunan.

 

6. Rekomendasi:
  • Pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama, masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi bencana supaya selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengungsi ke tempat yang aman untuk menghindari kemungkinan terjadinya longsoran;
  • 1 (satu) rumah yang rusak berat agar direlokasi ke tempat yang lebih aman (foto 3);
  • Di lahan pemukiman harus dibuat saluran air permukaan yang kedap air, supaya air tidak meresap ke dalam tanah, air harus langsung dibuang ke sungai menjauhi lereng;
  • Jika ada retakan pada tanah, supaya segera ditutup dengan tanah lempung dan dipadatkan agar air permukaan tidak masuk ke dalam tanah;
  • Bangunan yang cocok untuk wilayah ini adalah bangunan yang mempunyai konstruksi ringan (bangunan kayu);
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

LAMPIRAN

Matesih 1 (131017)

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

 

Matesih 2 (131017)

Gambar 2. Peta geologi Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

 

Matesih 3 (131017)

Gambar 3. Peta   situasi gerakan tanah di Dusun Dukuh, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

 

Matesih 4 (131017)

Gambar 4. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan september 2017, Kabupaten Karanganyar

 

POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN KARANGNYAR

PROVINSI JAWA TENGAH BULAN SEPTEMBER 2017

Matesih 5 (131017)

Keterangan :

Matesih 6 (131017)

 

Matesih 7 (131017)

Foto 1. Gerakan tanah di Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Gerakan tanah ini dicirikan dengan adanya retakan pada permukaan.

 

Matesih 8 (131017)

Foto 2. Singkapan batulempung di Kali Ungkal yang berada di bagian lembah daerah bencana di Desa Koripan, Kecamatan Matesih. Diperkiran batulempung ini sebagai bidang gelincir.

 

Matesih 9 (131017)

Foto 3. Rumah rusak berat akibat gerakan tanah di Desa Koripan, Kecamatan Matesih. Rumah ini harus direlokasi ke tempat yang lebih aman

 

Matesih 10 (131017)

Foto 4. Sosialisasi mengenai mitigasi gerakan tanah di Desa Koripan, Kecamatan Matesih