Laporan Singkat Hasil Pemeriksaan Potensi Gerakan Tanah Di Kawasan Wisata Darajat, Kec. Pasirwangi Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

Menindaklanjuti Surat Bupati Nomor 556/3180/Rek, tanggal 2 November 2017 perihal Permohonan Pengkajian dan dalam rangka penataan Kawasan Wisata Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, maka bersama ini kami sampaikan laporan singkat hasil pemeriksaan potensi gerakan tanah di Kawasan Wisata tersebut sebagai berikut:

1. Lokasi Pemeriksaan Gerakan Tanah :

Lokasi pemeriksaan berada di 6 (enam) usaha pariwisata yang berada di Kawasan Darajat, yaitu:

  • Villa in House Darajat 154, Kampung Darajat RT 09 RW 02 Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Secara geografis berada pada koordinat 107° 44' 52,95" BT dan 07° 13' 03,50" LS. Bangunan villa ini terdiri dari bangunan semipermanen dan 1 bangunan permanen yang berfungsi sebagai kantor pengelola villa.
  • Hotel Grand Hero, Kampung Bedeng RT 09 RW 02, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Secara geografis berada pada koordinat 107° 44' 52,63" BT dan 07° 13' 04,36" LS. Bangunan hotel ini terdiri dari bangunan permanen dan fasilitas umum berupa kolam kecil ukuran lebih kurang 3x4 meter. Hotel ini berseberangan dengan Villa in House Darajat 154. Hotel  ini dalam tahap finishing dan belum beroperasi.
  • Darajat 4 R, Kampung Bedeng RT 02 RW 08, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Secara geografis berada pada koordinat 107° 45' 04,91" BT dan 07° 13' 05,72" LS. Bangunan berupa villa ini terdiri dari bangunan permanen berjumlah 4 kamar.
  • Villa Darajat 26, Kampung Bedeng RT 09 RW 02, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Secara geografis berada pada koordinat 107° 44' 30,33" BT dan 07° 13' 09,94" LS, berupa bangunan permanen berjumlah 6 kamar, dan berada dekat dengn pipa geotermal Darajat.
  • Villa Cendana Darajat, Kampung Bedeng RT 09 RW 02, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Secara geografis berada pada koordinat 107° 44' 31,87" BT dan 07° 13' 09,34" LS. Terdiri dari bangunan semi permanen dan bersebelahan dengan Villa Darajat 26. Di lokasi ini pernah terjadi gerakan tanah kecil pada tahun 2014 lalu.
  • Puncak Jaya Darajat, Kampung Cintasari RT 05 RW 02 Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Secara geografis berada pada koordinat 107° 45' 33,63" BT dan 07° 12' 36,86" LS. Dibanding lokasi lain, villa ini merupakan yang paling luas dengan beberapa kamar, 1 mushalla dan 2 (dua) gedung untuk pengelola villa. Bangunan panggung semipermanen diterapkan untuk bangunan villa, sedangkan gedung untuk pengelola menggunakan konstruksi bangunan permanen.

 

2. Kondisi Daerah Pemeriksaan:

2.1 Villa in House Darajat 154

  • Morfologi, Secara umum daerah di sekitar villa ini merupakan punggungan berarah barat-timur dengan lembah yang dialiri sungai musiman yang mengalir ke timur menuju Sungai Cimanuk melalui anak sungainya yaitu Sungai Cigarukgak. Kemiringan lereng landai sampai agak terjal, dengan elevasi 1600 meter di atas permukaan laut. Lahan yang digunakan sebagai lokasi villa relatif landai dengan kemiringan lereng 10° ke arah utara dan hanya sedikit pemotongan lereng untuk mendapatkan bidang datar.
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa (Alzwar dkk., 1992) batuan dasar di sekitar lokasi villa ialah rempah lepas dan lava andesit-basal dari komplek gunungapi tua,temasuk dalam Formasi Batuan Gunungapi Guntur-Pangkalan dan Kendang (Qgpk). Singkapan batuan segar di lapangan tidak ditemukan karena tertutup tanah pelapukan berupa pasir lempungan berwarna coklat kemerahan dengan ketebalan >3 m.
  • Tata guna lahan, Tata guna lahan di sekitar villa berupa kebun campuran dan semak belukar. Pada lereng yang lebih terjal ke arah sungai, pepohonan lebih mendominasi. Drainase pada kawasan villa sudah baik dengan menggunakan saluran kedap air. Posisi villa dibangun tepat di tepi Jalan Samarang-Pasirwangi dan agak jauh dari lereng.
  • Keairan, Air permukaan dibiarkan melimpas melalui saluran yang sudah ada menuju ke luar kawasan villa. Untuk kebutuhan operasional villa, digunakan airtanah yang diambil menggunakan pompa. Sungai musiman mengalir di bagian dasar lembah.

2.2 Hotel Grand Hero

  • Morfologi, Secara umum daerah di sekitar hotel merupakan punggungan berarah barat-timur dengan lembah yang dialiri sungai musiman yang mengalir ke timur menuju Sungai Cimanuk melalui anak sungainya yaitu Sungai Cigarukgak. Kemiringan lereng agak terjal sampai terjal, dengan elevasi 1600 meter di atas permukaan laut. Lahan yang digunakan sebagai lokasi villa agak terjal dengan kemiringan lereng 15°-20° dan semakin terjal ke arah selatan. Penimbunan dilakukan di sekitar area hotel dan di pemukiman di sisi selatan hotel untuk mendapatkan bidang datar. Tebal timbunan mencapai 3 meter yang diperkuat dengan tembok penahan.
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa (Alzwar dkk., 1992) batuan dasar di daerah gerakan tanah ialah rempah lepas dan lava andesit-basal dari komplek gunungapi tua,temasuk dalam Formasi Batuan Gunungapi Guntur-Pangkalan dan Kendang (Qgpk). Singkapan batuan segar di lapangan tidak ditemukan karena tertutup tanah pelapukan berupa pasir lempungan berwarna coklat kemerahan dengan ketebalan >3 m.
  • Tata guna lahan, Tata guna lahan di sekitar hotel berupa ladang sayuran milik penduduk. Hotel berada di bagian atas lereng yang berbatasan langsung dengan Jalan Samarang-Pasirwangi. Pada bagian tengah lereng terdapat pemukiman penduduk yang berdiri di atas material timbunan sehingga kemiringan lereng di bagian bawah menjadi lebih terjal dan tinggi.
  • Keairan, Air permukaan dan limbah hotel dibiarkan melimpas melalui saluran kedap air menuju saluran pembuangan yang juga digunakan penduduk. Untuk kebutuhan operasional villa, digunakan airtanah yang diambil menggunakan pompa. Sungai musiman mengalir di dasar lembah dan kerap meluap saat hujan deras tiba.

2.3 Villa Darajat 4 R

  • Morfologi, Secara umum daerah di sekitar villa ini merupakan punggungan berarah barat-timur dengan lembah yang dialiri sungai musiman yang mengalir ke timur menuju Sungai Cimanuk melalui anak sungainya yaitu Sungai Cigarukgak. Kemiringan lereng landai sampai agak terjal, dengan elevasi 1571 meter di atas permukaan laut. Lahan yang digunakan sebagai lokasi villa masih relatif landai dengan kemiringan lereng 10° dan semakin terjal ke arah selatan. Sistem cut and fill dilakukan di sekitar area villa untuk mendapatkan bidang datar dengan ketebalan timbunan sekitar 1-2 meter yang diperkuat dengan fondasi beton di sekelilingnya.
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa (Alzwar dkk., 1992) batuan dasar di daerah gerakan tanah ialah rempah lepas dan lava andesit-basal dari komplek gunungapi tua,temasuk dalam Formasi Batuan Gunungapi Guntur-Pangkalan dan Kendang (Qgpk). Singkapan batuan segar di lapangan tidak ditemukan karena tertutup tanah pelapukan berupa pasir lempungan berwarna coklat kemerahan dengan ketebalan >3 m.
  • Tata guna lahan, Tata guna lahan di sekitar villa berupa ladang sayuran milik penduduk. Villa berada di bagian atas lereng yang berbatasan langsung dengan Jalan Samarang-Pasirwangi. Pada bagian tengah lereng terdapat ladang sayuran hingga bagian bawah lereng.
  • Keairan, Air permukaan dan limbah hotel dibiarkan melimpas tapi belum tersedia saluran kedap air. Sebagian lahan villa masih berupa tanah timbunan sehingga mudah jenuh oleh air. Kebutuhan operasional villa menggunakan airtanah yang dipompa. Sungai musiman mengalir di dasar lembah dan kerap meluap saat hujan deras tiba.

2.4 Villa Darajat 26 dan Villa Cendana Darajat

  • Morfologi, Secara umum daerah di sekitar villa ini merupakan punggungan berarah barat-timur dengan sungai musiman yang mengalir di lembahnya ke arah timur menuju Sungai Cimanuk melalui anak sungainya yaitu Sungai Cigarukgak. Kemiringan lereng agak terjal sampai terjal, dengan elevasi 1675 meter di atas permukaan laut. Lahan yang digunakan sebagai lokasi villa agak terjal dengan kemiringan lereng di Villa Darajat 26 antara 25°-30° dan sebesar 35° di Villa Cendana Darajat. Pemotongan lereng setinggi 2-3 meter dilakukan di kedua villa yang lokasinya bersebelahan, membuat lereng bagian bawah menjadi tegak dengan sudut hampir 90°.
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa (Alzwar dkk., 1992) batuan dasar di daerah gerakan tanah ialah rempah lepas dan lava andesit-basal dari komplek gunungapi tua,temasuk dalam Formasi Batuan Gunungapi Guntur-Pangkalan dan Kendang (Qgpk). Singkapan batuan dasar teramati di lapangan tepatnya di dasar lembah dan pada lereng yang dipotong. Batuan dasar  dalam kondisi lapuk seluruhnya menjadi lempung pasiran yang mengikat fragmen batuan dengan ketebalan tanah pelapukan >1 m.
  • Tata guna lahan, Tata guna lahan di bagian atas lereng berupa jalan setapak dan ladang sayuran. Di bagian tengah berupa rerumputan dan semak dan di bagian bawah lereng terdapat lokasi kedua villa tersebut sehingga sangat dekat dengan sungai. Di sisi timur area villa terdapat jalan menuju Pembangkit Listrik Geotermal Darajat.
  • Keairan, Air permukaan dan limbah hotel dibiarkan melimpas menuju sungai tanpa menggunakan saluran kedap air. Untuk kebutuhan operasional villa, digunakan airtanah yang diambil menggunakan pompa. Sungai musiman mengalir di dasar lembah dan berpotensi meluap saat hujan deras tiba.

2.5 Villa Puncak Raya Darajat

  • Morfologi, Secara umum daerah di sekitar villa merupakan punggungan berarah barat-timur dengan aliran sungai musiman di lembahnya yang mengalir ke timur menuju Sungai Cimanuk melalui anak sungainya yaitu Sungai Cigarukgak. Kemiringan lereng landai sampai agak terjal, dengan elevasi 1440 meter di atas permukaan laut. Lahan yang digunakan sebagai lokasi villa agak terjal dengan kemiringan lereng 20° namun di bagian atas lereng rekatif datar. Sistem cut and fill dilakukan di sekitar area villa untuk mendapatkan bidang datar tanpa diperkuat fondasi beton di bawahnya.
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa (Alzwar dkk., 1992) batuan dasar di daerah gerakan tanah ialah rempah lepas dan lava andesit-basal dari komplek gunungapi tua,temasuk dalam Formasi Batuan Gunungapi Gunung Kiamis (Qko). Singkapan batuan segar di lapangan tidak ditemukan karena tertutup tanah pelapukan berupa pasir lempungan berwarna coklat kemerahan dengan ketebalan >3 m.
  • Tata guna lahan, Tata guna lahan di bagian atas lereng berupa ladang sayuran milik penduduk dan area parkir pengunjung villa. Di bagian tengah lereng area villa dibangun dengan sistem cut and fill sehingga mendapat bidang datar namun membuat lereng menjadi lebih terjal. Di bagian bawah area villa terdapat Jalan Samaran-Pasirwangi dan pemukiman, sedangkan di bagian bawah lereng berupa ladang sayuran penduduk.
  • Keairan, Air permukaan dan limbah hotel dibiarkan melimpas melalui saluran kedap air langsung menuju sungai. Sebagian lahan villa masih berupa tanah timbunan sehingga mudah jenuh oleh air. Kebutuhan operasional villa menggunakan airtanah yang dipompa. Sungai musiman mengalir di dasar lembah dan berpotensi meluap saat hujan deras tiba.

 

3. Kondisi Gerakan Tanah :

Tidak dijumpai gejala gerakan tanah seperti retakan pada bangunan villa dan hotel yang diajukan. Namun, di Villa Darajat 26 dan Villa Cendana Darajat terdapat jejak longsoran lama yang pernah terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Pemotongan lereng di kedua villa ini pun terlalu tegak dengan kemiringan lereng hampir 90° dan tinggi 2-3 meter sehingga rawan longsor. Hotel Grand Hero dibangun di atas timbunan yang cukup tinggi, namun perkuatan yang ada cukup untuk membuat tanah timbunan menjadi stabil. Sementara Villa in House Darajat 154 dibangun agak jauh dari lereng seperti Villa Darajat 4 R dan Villa Puncak Raya Darajat.

 

4. Kerentanan Gerakan Tanah :

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Provinsi Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kawasan Wisata Darajat yang seluruhnya terletak di Kecamatan Pasirwangi ini termasuk dalam zona gerakan tanah menengah. Artinya daerah ini mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali akibat curah hujan yang tinggi dan erosi kuat.

 

5. Kesimpulan dan Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan peninjauan lapangan terhadap Kawasan Wisata Darajat, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Terdapat 6 fasilitas wisata yang diperiksa yaitu Villa in House Darajat 154, Villa Darajat 4 R, Villa Cendana Darajat, Villa Darajat 26, Villa Puncak Raya Darajat dan Hotel Grand Hero.
  • Hotel Grand Hero dan Villa in House Darajat 154 lokasinya berseberangan sedangkan Villa Cendana Darajat dan Villa Darajat 26 berada bersebelahan.
  • Seluruh fasilitas mengubah bentuk lereng dengan menggunakan timbunan (Villa Darajat 4 R dan Grand Hero), pemotongan lereng (Villa Cendana Darajat dan Villa Darajat 26) serta sistem cut and fill (Villa Puncak Raya Darajat dan Villa in House Darajat 154).
  • Sumber air yang digunakan berasal dari air tanah, sedangkan air permukaan berada di sungai yang mengalir di dasar lembah dan menjadi ujung dari saluran pembuangan villa.
  • Villa dan hotel berada pada satuan batuan rempah lepas dan lava andesit-basal dari komplek gunungapi tua,temasuk dalam Formasi Batuan Gunungapi Guntur-Pangkalan dan Kendang (Qgpk) dan G. Kiamis (Qko)
  • Tidak ditemukan gejala gerakan tanah, namun terdapat jejak longsoran lama di lembah yang ditempati Villa Cendana Darajat dan Villa Darajat 26.

Kawasan Wisata Darajat berpotensi menengah untuk terjadi gerakan tanah, untuk itu direkomendasikan sebagai berikut :

  • Kepada pihak pengelola Kawasan Wisata agar lebih waspada terutama jika terjadi hujan deras yang berlangsung lama, apabila mulai terjadi retakan agar melapor dan menjauhi zona retakan.
  • Meningkatkan kewaspadaan terutama pemukiman yang tepat berada di bawah Hotel Grand Hero.
  • Memberi perkuatan atau dilakukan pelandaian pada pemotongan lereng di belakang Villa Cendana Darajat dan Darajat 26.
  • Mengeringkan kolam penampungan air atau membuat kolam kedap untuk mengurangi resapan air ke dalam batuan dasar.
  • Membuat saluran drainase yang kedap air yang dialirkan langsung ke sungai untuk mengalirkan limpasan air permukaan dan limbah villa.
  • Agar menjauhi lereng jika dilakukan pengembangan kawasan villa atau hotel.
  • Bangunan semi permanen lebih direkomendasikan agar daya dukung lereng masih terjaga.
  • Pembangunan/pengembangan di area ini harap menyesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Garut.

 

LAMPIRAN

 

Garut 1 (090118)

Gambar 1 Peta administratif Kabupaten Garut

 

Garut 2 (090118)

Gambar 2. Peta lokasi pemeriksaan di Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut

 

Garut 3 (090118)

Gambar 3. Peta Geologi Lembar Garut-Pameungpeuk (Alzwar,dkk.,1992), lokasi penyelidikan termasuk dalam Batuan Gunungapi Guntur-Kendang (Qgpk dan Qko)

 

Garut 4 (090118)

Gambar 4 Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah Pada Bulan November 2017, Kabupaten Garut

 

Tabel wilayah potensi bencana gerakan tanah Kabupaten Garut bulan Desember 2017

Garut 5 (090118)

 

Garut 6 (090118)

Foto 1. Tata guna lahan di Kecamatan Pasirwangi, Garut

 

Garut 7 (090118)

Foto 2. Penginapan Puncak Jaya Darajat, Desa Padaawas, Pasirwangi

 

Garut 8 (090118)

Foto 3. Penginapan Grand Hero, nampak di bagian utara (sebelah kanan Grand Hero), terdapat pemukiman yang berhadapan langsung dengan lembah.

 

Garut 9 (090118)

Foto 4. Penginapan '4R' di Kp. Bedeng, Desa Karyamekar, Kec. Pasirwangi

 

Garut 10 (090118)

Foto 5. Penginapan In House Darajat 154, berseberangan dengan Grand Hero

 

Garut 11 (090118)

Foto 6 Penginapan Puncak Darajat diatas gawir, memerlukan penguatan lereng dan penataan drainage

 

Garut 12 (090118)

Foto 7 Longsoran pada tebing di perkebunan di jalan menuju kawah Darajat

 

Garut 13 (090118)

Foto 8 Koordinasi dengan Kepala Bidang Dinas Penanam Modal dan Perijinan Terpadu Kabupaten Garut