Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  Bencana Gerakan Tanah di Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur berdasarkan surat permohonan Pembuatan Ulang Peta Wilayah Rawan Bencana Gerakan Tanah dengan nomor surat: 360/2642/426/2017 tanggal 18 Desember 2017. Hasil pemeriksaan adalah sebagai berikut :

1. Lokasi Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di sepanjang jalan desa di Dusun Sukobarat, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, tepatnya pada koordinat 8° 07' 13.73" LS dan 113° 27' 31.30" BT dan pada koordinat 8° 07' 50.08" LS dan 113° 27' 12.76" BT. Gerakan tanah terjadi pada bulan Januari 2018.

 

2. Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah yang terjadi di Dusun Sukobarat, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul adalah jenis longsoran bahan rombakan yang terjadi pada bagian belakang rumah. Berada pada lereng dengan ketinggian 11 meter dari dasar sungai dan dengan kemiringan 25°. Longsor pada bagian turap/plengsengan jalan di pinggir sungai dengan kemiringan lereng 43°, retakan terjadi pada permukaan jalan sepanjang 75 dengan arah longsoran N184°E.

 

3. Dampak gerakan Tanah

  • Turap/plengsengan jalan di pinggir sungai hancur 
  • Jalan desa rusak  
  • Rumah di pinggir jalan yang hancur terancam
  • 1 rumah rusak  

 

4.  Kondisi daerah bencana :

  • Morfologi, Secara umum daerah bencana merupakan lereng perbukitan bergelombang dengan kemiringan lereng 5-15°, setempat terjal di sekitar aliran/lembah sungai. Ketinggian lokasi ini terletak antara 25 - 150 m dpl. Lokasi bencana di Dusun Sukobarat, Desa Kramat Sukoharjo berada di aliran lembah sungai memiliki kemiringan lereng yang curam.
  • Geologi, Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bencana tidak tersingkap batuan penyusun di daerah bencana. Tanah pelapukan berupa lanau berwarna coklat setebal >2 meter. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Lumajang (Suwarti, T. dan Suharsono, 1992), batuan di daerah bencana termasuk ke dalam Breksi Argopuro (Qvab), berupa lava dan breksi gunungapi bersusun andesit.
  • Keairan, Kondisi keairan di daerah bencana untuk keperluan sehari-hari menggunakan air dari mata air yang disalurkan melalui PAMDES.
  • Tata guna lahan, Secara umum tata guna lahan di daerah sekitar lokasi bencana berupa pemukiman dan jalan dibagian tengah dan atas, serta kebun campuran dibagian bawah.
  • Kerentanan gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Gerakan Tanah bulan Januari 2018 di Kabupaten Jember, lokasi bencana terletak pada potensi Gerakan Tanah menengah - tinggi. Potensi gerakan tanah menengah-tinggi berarti Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan, serta gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah:

  • Kemiringan lereng yang terjal.
  • Sifat dasar lanau yang mudah luruh serta lunak jika terkena air.
  • Pengaturan air permukaan yang kurang baik, sehingga air masuk ke dalam tanah
  • Erosi pada pinggir sungai
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama memicu terjadinya gerakan tanah.

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah : 

Akibat curah hujan tinggi kandungan air dalam tanah meningkat, sehingga tanah menjadi jenuh air, bobot masa tanah bertambah, ikatan antar butir tanah mengecil, akibatnya lereng menjadi tidak stabil dan bergerak mencari kesetimbangan baru, maka terjadilah gerakan tanah. Karena kemiringan lereng curam dan tanah pelapukan yang terletak diatas breksi tuf sehingga menjadikannya sebagai bidang gelincir. Dengan adanya bobot massa tanah tinggi dan kemiringan lereng terjal, mengakibatkan tanah mudah bergerak, sehingga terjadi gerakan tanah tipe longsoran bahan rombakan. Untuk longsor pada turap/plengsengan di lereng jalan, sisi jalan yang retak menjadi jalan masuk air hujan yang menggerus tanah di bawah turap, massa tanah pelapukan yang tebal dan jenuh air ditambah dengan erosi sungai di bawah lereng membuat turap/plengsengan tidak dapat mempertahankan posisinya, seningga jebol dan hancur.

 

7. Rekomendasi Teknis :

  • Perbaikan dan penataan saluran drainase permukaan dengan konstruksi kedap air.
  • Pada bagian hulu aliran Sungai Suko Timur rentan terhadap longsor yang dapat menyumbat laju air, sehingga berpotensi terhadap terjadinya banjir bandang di bagian hilir. Apabila diketahui terjadi penyumbatan, segera dibuka/dibersihkan.
  • Masyarakat yang berada/tinggal di lokasi bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan yang berlangsung lama.
  • Tidak melakukan pemotongan tebing/lereng secara sembarangan
  • Tidak membangun rumah di pinggir tebing yang terjal
  • Untuk mengurangi kecepatan gerakan tanah dan erosi, maka perlu penguatan lereng atau bronjong/turap/plengsengan pada lereng. Bronjong /turap/plengsengan harus ditanam di bawah permukaan hingga batuan dasar, hindari pemasangan bronjong/turap/plengsengan yang hanya menumpang pada tanah pelapukan.
  • Jika muncul retakan segera menutup retakan dengan tanah lempung yang dipadatkan agar air hujan tidak masuk/meresap dan menjenuhi tanah pada lereng. Jika retakan dan amblesan bertambah lebar segera mengungsi dan menghubungi BPBD Jember.

 

LAMPIRAN

 

Tanggul 1 (130218)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan tanah di Kecamatan Tanggul, Jember

 

Tanggul 2 (130218)

Gambar 2. Peta Geologi Lokasi Gerakan tanah di Kecamatan Tanggul, Jember

 

Tanggul 3 (130218)

Gambar 3. Peta Prakiraan terjadinya Gerakan tanah di Kabupaten Jember bulan Januari 2018

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMUR

 BULAN JANUARI 2018

Tanggul 4 (130218)

Keterangan :

Tanggul 5 (130218)

 

Tanggul 6 (130218)

Gambar 4. Peta Situasi Gerakan Tanah di Dusun Sukobarat bagian utara, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Jember

 

Tanggul 7 (130218)

Gambar 5. Penampang gerakan tanah di Dusun Sukobarat bagian utara, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Jember

 

Tanggul 8 (130218)

Gambar 6. Peta Situasi Gerakan Tanah di Dusun Sukobarat bagian selatan, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Jember

 

Tanggul 9 (130218)

Gambar 7. Penampang gerakan tanah di Dusun Sukobarat bagian selatan, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Jember

 

Tanggul 10 (130218)

Foto 1. Longsoran tebing jalan yang di Dusun Sukobarat, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul

 

Tanggul 11 (130218)

Foto 2. Longsor dan tanah retak di pemukiman, mengakibatkan rusaknya bagian belakang rumah warga yang digunakan sebagai dapur dan kandang ternak

 

Tanggul 12 (130218)

Foto 3. Pemeriksaan tempat terjadinya bencana di Dusun Sukobarat, Desa Kramat Sukoharjo

 

Tanggul 13 (130218)

Foto 4. Sosialisasi kepada aparat pemerintahan setempat