Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kec. Rembang, Kab. Purbalingga Provinsi Jawa Tengah

Laporan singkat hasil pemeriksaan gerakan tanah di Desa Losari, Desa Semampir dan Desa Bodas, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permintaan Pemeriksaan Gerakan Tanah Daerah dari Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga 362/00352 tertanggal 15 Januari 2018. Hasil pemeriksaan sebagai berikut:

 1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Lokasi gerakan tanah/ tanah longsor terjadi di Kecamatan Rembang antara lain:

  1. Dusun Losari, Desa Losari, terjadi pada bulan Desember 2017. Koordinat longsoran S7° 18' 20.4"  E109° 21' 23.0”
  2. Dusun Semampir, Desa Semampir, gerakan tanah pada badan jalan ini sudah sering terjadi meskipun jalan diperbaiki. Koordinat longsoran S7° 18' 11.1" E109° 30' 52.1"
  3. Dusun Karangtunjung, Desa Bodas Karangjati pada Koordinat S7° 18' 28.5" E109° 30' 43.7"

 

2. Jenis Gerakan Tanah:

Jenis gerakan tanah yang ada di  Losari, Desa Losari, Kecamatan Rembang longsoran akibat erosi aliran Sungai Bodas, sehingga mengenai SMP.

 

Jenis gerakan tanah Dusun Semampir, Desa Semampir adalah gerakan tanah tipe lambat/rayapan/creep.  Arah pergerakan longsoran relative ke selatan (N 95°E). Lebar mahkota longsoran 30 m, panjang longsoran 45 meter, tanah turun/ambles sedalam 1-2 meter, kelerengan 21º. Sebelumnya pada lokasi ini lereng sering terjadi pergerakan.

 

Di Dusun Karangtunjung, Desa Bodas Karangjati adalah gerakan tanah akibat erosi Sungai Bodas sehingga mengikis sisi samping (pondasi jembatan).

 

3. Dampak gerakan tanah 

  • Satu SMP Muhammadiyah rawan longsor karena gerusan sungai
  • Jalan sepanjang 45 meter sering ambles dan rawan longsor karena berada pada area longsoran meskipun sering diperbaiki.
  • Pondasi jembatan terkikis erosi sungai

 4. Kondisi daerah bencana

a. Morfologi

Secara umum topografi di sekitar lokasi bencana  berupa lereng yang berada pada di dekat atau pinggir Kali Bodas.  Ketinggian lokasi bencana berkisar antara 140 - 170 meter di atas permukaan laut. Kelerengan secara lokal pada tebing sungai berkisar 15- 20º.

 b. Kondisi Geologi

Berdasarkan pengamatan lapangan sebagian besar batuan di daerah bencana berupa batupasir dan conglomerate, namun batuan dasar yang tersingkap adalah batulempung warna abu-abu. Batulempung ini diperkirakan bidang gelincir gerakan tanah di Dusun Semampir.

 c. Tata guna lahan dan Keairan

Tata guna lahan pada pada umumnya kebuncampuran, jalan, dan pemukiman. Sedangkan di bagian berdekatan dengan sungai umumnya kebuncampuran.  Muka air tanah di daerah ini sangat dangkal berkisar 3 – 5 meter.

 d. Kerentanan Gerakan tanah

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Purbalingga (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah dan tinggi artinya pada daerah ini berpotensi menengah-tinggi terjadi gerakan tanah, dan gerakan tanah lama dan baru bisa aktiv kembali jika curah hujan tinggi. Gerakan tanah dapat terjadi karena erosi sungai. Pada lokasi ini gerakan tanah lebih banyak dikontrol oleh erosi Sungai Bodas. Sungai didaerah ini mudah berpindah (meander) sehingga mudah menyebabkan longsor pada bagian tebing atau sepadan sungai.

 5. Faktor penyebab gerakan tanah:

  • Erosi Sungai Bodas berperan utama mengontrol gerakan tanah didaerah ini
  • Di Dusun Semampir kondisi geologi berupa batulempung mudah berkurang kekuatannya jika jenuh air serta mudah pecah jika tersingkap. Batulempung ini mempunyai plastisitas tinggi sehingga jika jenuh air sangat lembek.
  • Di Dusun Losari akibat pembangunan pondasi jembatan yang ditengah mengakibatkan berpindahnya aliran sungai.
  • Gerakan tanah/tanah longsor di Dusun Semampir juga dikontrol system drainase yang kurang baik, air masuk ke area longsoran secara liar
  • Tanah pelapukan yang tebal menumpang diatas batulempung jika dipicu erosi sungai dan hujan turun mudah longsor
  • Kelerengan secara lokal agak terjal karena berada pada tebing sungai
  • Curah hujan yang tinggi yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah.

 6.Mekanisme:

Kondisi geologi berupa batulempung jika tersingkap dan jenuh air mudah longsor, apalagi didukung erosi sungai yang intensive dan curah hujan tinggi mengakibatkan lereng mudah mengalami longsor/ gerakan tanah. Air kemudian meresap pada tanah pelapukan yang bersifat sarang dan batulempung yang mempunyai kembang susut tinggi, sehingga tanah menjadi mudah jenuh air. Keadaan tersebut mengakibatkan bobot masa tanah dan kejenuhan tanah meningkat. Pelapukan tanah yang tebal berada diatas batulempung, dan beberapa sudah tersingkap dipermukaan sehingga lereng mudah bergerak lambat. Dengan adanya bobot massa tanah yang tinggi, pelapukan yang tebal dan kemiringan lereng yang agak terjal - terjal, erosi sungai serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan tahanan lereng lemah kemudian sifat dasar batulempung maka terjadilah gerakan tanah tipe rayapan.

 7. Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan:

 

Dusun Losari, Desa Losari, Kecamatan Rembang:

  • Batu yang menghalangi dan membelokan aliran Sungai Bodas sehingga mengerosi tebing sungai (halaman samping SMP Muhammadiyah dan pondasi jembatan.
  • Membagi aliran sungai agar tidak mengikis tebing sungai (halaman samping SMP Muhammadiyah dan pondasi jembatan.
  • Penguatan tebing sungai dengan di talud untuk mengurangi pergerakan tanah/longsor dan erosi sungai.
  • Perbaikan saluran drainase agar diarahkan dan tidak mengerosi lereng
    • Masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsoran susulan terutama pada saat dan setelah hujan deras

 

Dusun Semampir, Desa Semampir

  • Jalan sebaiknya digeser mengikoti jalur alternative yang sudah digunakan saat ini
  • Pemasangan bronjong atau pengendalian erosi Sungai Bodas terhadap lereng bagian bawah
  • Saluran air pada bagian atas agar diarahkan biar tidak masuk kedalam área longsoran
  • Masyarakat sekitar harap memantau munculnya rembesan-rembesan pada tekuk lereng dan retakan-retakan pada bagian atas, jika retakan bertambah lebar dan panjang segera melapor ke BPBD Kabupaten Purbalingga
  • Masyarakat yang tinggal disekitar lokasi bencana harap senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsoran susulan terutama pada saat dan setelah hujan deras
  • Jika jalur ini digeser sebaiknya dilakukan penguatan lerengpada jalur tersebut
  • Perbaikan saluran drainase agar lereng tidak mudah jenuh dan pergerakan longsoran berkurang
  • Jalur jalan yang longsor karena berada pada daerah longsoran maka akan senantiasa bergerak lambat/ambles
  • Pengguna jalan agar berhati-hati dan waspada terhadap potensi longsor

 

Dusun Karangtunjung, Desa Bodas Karangjati

  • Untuk mengurangi erosi sungai sebaiknya pada sisi kanan dan kiri sebelum dan sesudah jembatan
  • Masyarakat sekitar harap memantau munculnya rembesan-rembesan pada tekuk lereng dan retakan-retakan pada bagian atas, jika retakan bertambah lebar dan panjang segera melapor ke BPBD Kabupaten Purbalingga
  • Masyarakat yang tinggal disekitar lokasi bencana harap senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsoran susulan terutama pada saat dan setelah hujan deras

 

rembang

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga

 

rembang2

Gambar 2. Peta Geologi pada lokasi gerakan tanah di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga

 

rembang3

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah

 

 rembang4

Gambar 4. Penampang Situasi Gerakan Tanah di Dusun Semampir, Desa Semampir, Kecamatan Rembang

 

rembang5

Gambar 5. Penampang Situasi Gerakan Tanah di Dusun Semampir, Desa Semampir, Kecamatan Rembang

 

 rembang6

Erosi Sungai Bodas yang mennyebabkan longsor pada tebing sungai dan mengancam SMP, Pondasi Jembatan (pembagi aliran sungai) menyebabkan pinggir sungai tererosi  (lokasi Desa Losari)

 

rembang7

Batuan yang melintang sungai harap dipindahkan agar tidak mengerosi bagian belakang SMP (lokasi Desa Losari)

rembang8

Gambar Badan jalan yang berada pada área gerakan tanah

 

rembang9 

Gambar Bagian sisi jalan yang senantiasa ambles (lokasi Dsn Semampir, Desa Semampir)

 

rembang10

Gambar Bagian tebing sungai yang perlu di talud/bronjong agar tidak mengerosi bagian sisi jembatan (lokasi Dsn Karangtunjung, Desa Bodas Karangjati)

 

rembang11

Gambar kiri kanan yang perlu di talud karena merupakan pertemuan dua sungai (lokasi Dsn Karangtunjung, Desa Bodas Karangjati)