Evaluasi Tingkat Aktivitas Level Ii (waspada) G. Marapi

Hasil evaluasi kegiatan G. Marapi di Provinsi Sumatera  Barat sebagai berikut :

 

I. PENDAHULUAN

Gunungapi Marapi merupakan salah satu gunungapi aktif di Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis puncak G. Marapi terletak pada posisi 0o 22’ 47.72” LS dan 100o 28’16.71” BT dengan ketinggian 2.891 m dpl dan secara administratif rmasuk dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam.

G. Marapi merupakan gunungapi tipe stratovolcano dengan daerah puncaknya dicirikan oleh kaldera yang mempunyai beberapa kawah aktif berarah Baratdaya-Timurlaut, sejarah letusannya berupa erupsi eksplosif pada kawah puncak. Pada tanggal 3 Agustus 2011 pukul 08:31 WIB, terjadi erupsi  berupa abu dari kawah Verbeek, berwarna kelabu tebal dengan tinggi 1.000 m. Selain itu getaran Tremor menerus mulai muncul pada pukul 08.56 sehingga tingkat aktivitas G. Marapi dinaikkan dari Level I (NORMAL) menjadi Level II (WASPADA) terhitung mulai tanggal 3 Agustus 2011 pukul 11:00 WIB.

 

II. PEMANTAUAN

2.1. Visual

  • Oktober 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin perlahan-sedang ke arah Barat, Timur dan Selatan. Gunungapi nampak jelas – tertutup kabut, asap nihil. 
  • November 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, berawan-mendung, angin tenang-sedang ke arah Utara, Barat, Selatan dan Timur, hujan gerimis-sedang terjadi 38 kali. Gunungapi jelas-tertutup kabut, saat nampak jelas teramati asap putih tipis, tinggi asap 50-150 meter. 

Pada tanggal 14 November 2015, pukul 22:33 WIB, terjadi letusan preatik yang diikuti hujan abu di Panyalaian dan Aia Angek, sisi Barat daya Gununapi Marapi (informasi dari masyarakat).

  • Desember 2015. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin tenang-sedang ke arah Timur – Barat Laut, hujan gerimis-sedang. Gunungapi jelas-tertutup kabut, saat nampak jelas teramati asap putih tipis, tinggi asap 50-100 meter. 

  • 1 3 Januari 2016. Cuaca di sekitar Pos PGA dan puncak G. Marapi, cerah-mendung, angin tenang-perlahan ke arah Selatan, terjadi 2 kali hujan gerimis-sedang. Gunungapi nampak jelas – tertutup kabut, asap nihil. 

 

2.2. Kegempaan 

Hasil rekaman kegempaan dari Oktober 2015 sampai dengan 3 Januari 2016 adalah sebagai berikut:

  • Oktober 2015. Terekam 14 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Letusan (Lts), 58 kali Gempa Tremor (Tre), 109 kali Gempa Tornello (Tor), 11 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali Vulkanik Dalam (VA), 17 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 64 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • November 2015. Terekam, 1 kali Gempa Letusan (Lts), 1 (satu) kali Gempa Hembusan (Hbs), 19 kali Gempa Tremor (Tre), 12 kali Gempa Tornello (Tor), 2 ali Gempa Vulkanik Dangkal (VB),4 (satu) kali Vulkanik Dalam (VA), 2 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 37 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • Desember 2015. Terekam, 1 (satu) kali Gempa Letusan (Lts),  36 kali Gempa Tremor (Tre), 17 kali Gempa Tornello (Tor), 3 Kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 7 kali Vulkanik Dalam (VA), 24 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 74 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • 1-3 Januari 2016. Terekam 1 (satu) kali Gempa Tremor (Tre), 1 (satu) kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 4 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 

 

III. POTENSI BAHAYA

  • Erupsi freatik masih berpotensi terjadi namun ancamannya terbatas pada radius kurang dari 3 km.
  • Ancaman bahaya untuk saat ini berupa letusan abu  disertai dengan lontaran material/ pasir yang berpotensi melanda wilayah dengan radius kurang 3 km dari pusat letusan kawah Verbeek.

 

IV. KESIMPULAN

  • Pada bulan Desember 2015 – 3 Januari 2016, jumlah rekaman gempa-gempa vulkanik di G.Marapi cenderung menurun, namu secara umum aktivitas kegempaan G. Marapi masih berfluktuasi.
  • Berdasarkan data pemantauan visual, kegempaan dan potensi ancaman bahaya G.Marapi hingga tanggal 4 Januari 2016, tingkat aktivitas G. Marapi masih tetap Level II (Waspada).

VII. REKOMENDASI 

Sehubungan dengan tingkat aktivitas G. Marapi  ada pada tingkat Level II (Waspada), maka kami rekomendasikan:

  1. Masyarakat di sekitar G. Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Marapi pada radius 3 km dari kawah/puncak, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan sumber keluarnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
  2. Masyarakat yang ada di sekitar G. Marapi diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Marapi. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
  3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi, akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat dan BPBD Kabupaten Agam serta BPBD Kabupaten Tanah Datar dalam memberikan informasi tentang kegiatan G.Marapi.
  4. Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau melalui Pos Pengamatan G. Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Marapi.

 

marapi-1

 

 

marapi-2

 

RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) stasiun Batupalano G. Marapi pada periode 01 Juni 2015 s/d 4 Januari 2016 pukul 08:40 WIB, cederung datar/plat.