Peningkatan Tingkat Aktivitas Gunung Agung

I. Pendahuluan

  1. Secara geografis, G. Agung terletak pada posisi koordinat 8. 342o LS dan 115.508o BT. Puncak G. Agung berada pada ketinggian 3145 m di atas permukaan laut.
  2. Secara administratif G. Agung termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.
  3. Gunungapi Agung diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berlokasi di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
  4. Data pengamatan G. Agung diolah dan dianalisis oleh ahli gunungapi di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk mengevaluasi aktivitas gunungapi serta mengestimasi potensi ancaman bahayanya sehingga menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi.
  5. Sejarah perkembangan tingkat aktivitas gunungapi:
    1. Pada 12 Maret 1963, terjadi erupsi aktivitas G. Agung dengan skala VEI 5 dengan tinggi kolom erupsi setinggi 8-10 km diatas puncak G. Agung dan disertai oleh aliran piroklastik yang menghancurkan beberapa desa disekitar G. Agung dan disusul oleh aliran lahar yang menewaskan setidaknya 1100 jiwa.
    2. G. Agung selesai bererupsi pada tanggal 27 Januari 1964 dan menyisakan kawah dengan diamater 500m sedalam 200m.

 

II. Hasil Pengamatan

2.1 Visual

Pengamatan visual Gunungapi Agung dari periode Sabtu, 1 Juli 2017 hingga Rabu, 13 September 2017 (74 hari) pada umumnya cuaca cerah hingga hujan, dengan curah hujan maksimal 67.9 mm, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 19 - 31°C. Kelembaban 89%. Tekanan udara 84 mmHg. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap nihil.  

2.2 Instrumental

  • Sabtu, 1 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 23 mm, S-P 15 detik dan lama gempa 116 detik.
  • Minggu, 2 Juli 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Senin, 3 Juli 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Selasa, 4 Juli 2017, terekam 4 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 - 23 mm, S-P 35 - 80 detik dan lama gempa 128 - 199 detik.
  • Rabu, 5 Juli 2017, terekam 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2 - 19 mm, S-P 2 - 3 detik dan lama gempa 31 - 47 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 70 detik.
  • Kamis, 6 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2 mm, S-P 1 detik dan lama gempa 35 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 - 10 mm, S-P 20 - 41 detik dan lama gempa 108 - 112 detik.
  • Jumat, 7 Juli 2017, terekam 5 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 - 5 mm, S-P 13 - 38 detik dan lama gempa 83 - 171 detik.
  • Sabtu, 8 Juli 2017, terekam 5 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 - 7 mm, S-P 14 - 38 detik dan lama gempa 50 - 87 detik.
  • Minggu, 9 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 9 mm, S-P 5 detik dan lama gempa 34 detik.
  • Senin, 10 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 mm, S-P 62 detik dan lama gempa 158 detik.
  • Selasa, 11 Juli 2017, terekam 4 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 - 20 mm, S-P 31 - 85 detik dan lama gempa 134 - 186 detik.
  • Rabu, 12 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 120 detik.
  • Kamis, 13 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 15 mm, S-P 44 detik dan lama gempa 235 detik.
  • Jumat, 14 Juli 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 - 19 mm, S-P 14 detik dan lama gempa 50 - 79 detik.
  • Sabtu, 15 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 148 detik.
  • Minggu, 16 Juli 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 - 6 mm, S-P 17 detik dan lama gempa 47 - 63 detik.
  • Senin, 17 Juli 2017, terekam 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 - 3 mm, S-P 16 detik dan lama gempa 54 - 124 detik.
  • Selasa, 18 Juli 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 3 - 4 mm, S-P 5 - 7 detik dan lama gempa 23 - 28 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 mm, S-P 51 detik dan lama gempa 104 detik.
  • Rabu, 19 Juli 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 - 8 mm, S-P 17 - 36 detik dan lama gempa 60 - 80 detik.
  • Kamis, 20 Juli 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 - 7 mm, S-P 41 - 64 detik dan lama gempa 75 - 155 detik.
  • Jumat, 21 Juli 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Sabtu, 22 Juli 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Minggu, 23 Juli 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Senin, 24 Juli 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 - 9 mm, S-P 17 detik dan lama gempa 40 - 63 detik.
  • Selasa, 25 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 mm, S-P 20 detik dan lama gempa 68 detik.
  • Rabu, 26 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 8 mm, S-P 7 detik dan lama gempa 85 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P 31 detik dan lama gempa 99 detik.
  • Kamis, 27 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 9 mm, S-P 47 detik dan lama gempa 128 detik.
  • Jumat, 28 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 10 mm, S-P 3 detik dan lama gempa 22 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P 30 detik dan lama gempa 101 detik.
  • Sabtu, 29 Juli 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Minggu, 30 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 21 mm, S-P 24 detik dan lama gempa 121 detik.
  • Senin, 31 Juli 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 39 detik dan lama gempa 141 detik.
  • Selasa, 1 Agustus 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 - 24 mm, S-P 25 detik dan lama gempa 74 - 120 detik.
  • Rabu, 2 Agustus 2017, terekam 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 - 10 mm, S-P 18.8 - 19 detik dan lama gempa 50 - 70 detik.
  • Kamis, 3 Agustus 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 - 9 mm, S-P 15 - 27 detik dan lama gempa 52 - 70 detik.
  • Jumat, 4 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 mm, S-P 79 detik dan lama gempa 190 detik.
  • Sabtu, 5 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 8 mm, S-P 4 detik dan lama gempa 30 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 - 8.5 mm, S-P 21 - 41 detik dan lama gempa 78 - 87 detik.
  • Minggu, 6 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 mm, S-P 30 detik dan lama gempa 70 detik.
  • Senin, 7 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 mm, S-P 40 detik dan lama gempa 113 detik.
  • Selasa, 8 Agustus 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Rabu, 9 Agustus 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Kamis, 10 Agustus 2017, terekam 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 - 9 mm, S-P 32 detik dan lama gempa 103 - 184 detik.
  • Jumat, 11 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 9 mm, S-P 1 detik dan lama gempa 19 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 60 detik.
  • Sabtu, 12 Agustus 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 4 mm, S-P 1.5 - 2 detik dan lama gempa 16 - 22 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 17 - 18 mm, S-P 20 - 27 detik dan lama gempa 92 - 118 detik.
  • Minggu, 13 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 mm, S-P 2 detik dan lama gempa 14 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 21 - 25 mm, S-P 30 - 151 detik dan lama gempa 144 - 260 detik.
  • Senin, 14 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 7 mm, S-P 5 detik dan lama gempa 42 detik.
  • Selasa, 15 Agustus 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 5 - 9 mm, S-P 2.5 - 3 detik dan lama gempa 22 - 24 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 7 mm, S-P 4.5 detik dan lama gempa 30 detik.
  • Rabu, 16 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 6 mm, S-P 1.3 detik dan lama gempa 22 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 50 detik.
  • Kamis, 17 Agustus 2017, terekam 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2 - 5 mm, S-P 1 - 2 detik dan lama gempa 15 - 30 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 50 detik.
  • Jumat, 18 Agustus 2017, terekam 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 - 3 mm, S-P 49 detik dan lama gempa 50 - 125 detik.
  • Sabtu, 19 Agustus 2017, terekam 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2 - 6 mm, S-P 1 - 2 detik dan lama gempa 17 - 24 detik. 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 - 7 mm, S-P 21 - 29 detik dan lama gempa 55 - 101 detik.
  • Minggu, 20 Agustus 2017, Tidak terekam aktivitas kegempaan.
  • Senin, 21 Agustus 2017, terekam 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4 - 5 mm, S-P 1.5 - 3 detik dan lama gempa 17 - 27 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 3 mm, S-P 7 detik dan lama gempa 31 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 mm, S-P 23 detik dan lama gempa 82 detik.
  • Selasa, 22 Agustus 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 6 - 7 mm, S-P 2 - 4 detik dan lama gempa 21 - 28 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 - 12 mm, S-P 18 detik dan lama gempa 77 - 171 detik.
  • Rabu, 23 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 7 mm, S-P 2.5 detik dan lama gempa 29 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 106 detik.
  • Kamis, 24 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 12 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 6 mm, S-P 1 - 1.7 detik dan lama gempa 16 - 28 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 120 detik.
  • Jumat, 25 Agustus 2017, terekam 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2 - 4 mm dan lama gempa 8 - 18 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2 - 4 mm, S-P 1 - 1.3 detik dan lama gempa 17 - 20 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 70 detik.
  • Sabtu, 26 Agustus 2017, terekam 5 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 10 mm, S-P 2 - 3 detik dan lama gempa 19 - 31 detik. 3 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6 - 20 mm, S-P 4.5 - 5 detik dan lama gempa 32 - 47 detik.
  • Minggu, 27 Agustus 2017, terekam 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 9 mm, S-P 3 detik dan lama gempa 16 - 23 detik. 4 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 18 - 22 mm, S-P 4.5 - 8 detik dan lama gempa 34 - 55 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 - 23 mm, S-P 32 detik dan lama gempa 132 - 190 detik.
  • Senin, 28 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 6 mm, S-P 3.5 detik dan lama gempa 24 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 mm, S-P 34 detik dan lama gempa 106 detik.
  • Selasa, 29 Agustus 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 7 mm dan lama gempa 22 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 5 - 8 mm, S-P 1.7 - 3 detik dan lama gempa 17 - 38 detik. 3 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 5 - 8 mm, S-P 5 - 6 detik dan lama gempa 27 - 52 detik.
  • Rabu, 30 Agustus 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 5 mm, S-P 2 - 2.5 detik dan lama gempa 17 - 19 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 9 mm, S-P 5 detik dan lama gempa 44 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 - 5 mm, S-P 73 - 96 detik dan lama gempa 14 - 28 detik.
  • Kamis, 31 Agustus 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 3.5 mm, S-P 1 - 2 detik dan lama gempa 22 - 24 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 9 mm, S-P 5 detik dan lama gempa 39 detik.
  • Jumat, 1 September 2017, terekam 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 5 mm, S-P 1 - 1.8 detik dan lama gempa 15 - 23 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 24 mm, S-P 46 detik dan lama gempa 140 detik.
  • Sabtu, 2 September 2017, terekam 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 10 mm, S-P 1 - 3.4 detik dan lama gempa 15 - 35 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 10 mm, S-P 9 detik dan lama gempa 40 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 55 detik.
  • Minggu, 3 September 2017, terekam 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 6 mm, S-P 2 - 3 detik dan lama gempa 11 - 12 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P 15 detik dan lama gempa 44 detik.
  • Senin, 4 September 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 4 detik. 5 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4 - 8 mm, S-P 1.5 - 2 detik dan lama gempa 20 - 34 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 - 8 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 21 - 34 detik.
  • Selasa, 5 September 2017, terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 7 mm, S-P 1.5 detik dan lama gempa 21 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 5 mm, S-P 9 detik dan lama gempa 24 detik.
  • Rabu, 6 September 2017, terekam 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4 - 8 mm, S-P 3 - 4 detik dan lama gempa 22 - 37 detik. 2 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 7 - 9 mm, S-P 6.2 - 6.8 detik dan lama gempa 40 - 44 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 66 detik.
  • Kamis, 7 September 2017, terekam 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3.5 - 7 mm, S-P 1 - 4 detik dan lama gempa 13 - 37 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 7 mm, S-P 6 detik dan lama gempa 40 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 - 12 mm, S-P 11 - 27 detik dan lama gempa 56 - 90 detik.
  • Jumat, 8 September 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 7 mm dan lama gempa 13 - 15 detik. 7 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4 - 7 mm, S-P 1 - 2 detik dan lama gempa 7 - 25 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6 mm, S-P 6 detik dan lama gempa 36 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 150 detik.
  • Sabtu, 9 September 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 6 - 7 mm dan lama gempa 14 - 17 detik. 6 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2 - 5 mm, S-P 1.5 - 2.7 detik dan lama gempa 14 - 22 detik. 2 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 5 - 6.8 mm, S-P 5.5 - 8 detik dan lama gempa 41 - 50 detik. 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 - 6 mm, S-P 19 detik dan lama gempa 78 - 166 detik.
  • Minggu, 10 September 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 mm dan lama gempa 10 - 13 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 5 - 6 mm, S-P 1.5 - 2.5 detik dan lama gempa 22 - 48 detik.
  • Senin, 11 September 2017, terekam 6 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3 - 6.5 mm dan lama gempa 14 - 30 detik. 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4 - 6 mm, S-P 1 - 2.5 detik dan lama gempa 16 - 23 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6 mm, S-P 5.5 detik dan lama gempa 53 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P 30 detik dan lama gempa 91 detik.
  • Selasa, 12 September 2017, terekam 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 - 5 mm dan lama gempa 15 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 - 6 mm, S-P 1.5 - 2 detik dan lama gempa 17 - 31 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6 mm, S-P 4.5 detik dan lama gempa 60 detik.
  • Rabu, 13 September 2017, terekam 7 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo 2 - 6 mm, S-P 0.9 - 2 detik dan lama gempa 12 - 23 detik. 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplitudo 3 - 6 mm dan lama gempa 7 - 13 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplitudo 6 mm, S-P 4.8 detik dan lama gempa 37 detik.

 

III. Evaluasi

  1. Secara visual, dari Pos Pengamatan Gunungapi, dalam rentang waktu 3 bulan terakhir belum teramati adanya perubahan signifikan tinggi dan tebal asap dari kawah G. Agung. Menurut laporan pendaki Tanggal 13 September 2017, terlihat hembusan solfatara dari dasar kawah yang sebelumnya tidak pernah terlihat sampai  periksaan terakhir pada bulan April 2017.
  2. Tingkat kegempaan G. Agung secara umum tampak menunjukkan peningkatan (terlampir di Gambar 2). Gempa Vulkanik Dalam (VA) yang mengindikasikan proses peretakan batuan di dalam tubuh gunungapi yang diakibatkan oleh tekanan fluida magmatik dari kedalaman mulai terekam meningkat jumlahnya secara konsisten sejak 10 Agustus 2017 dengan amplituda kegempaan vulkanik berkisar antara 3 mm sampai 10 mm. Gempa Vulkanik Dangkal (VB) mulai terekam meningkat jumlahnya secara konsisten sejak 24 Agustus 2017 dengan amplituda kegempaan vulkanik berkisar antara 2 mm sampai 7 mm.
  3. Aktivitas Gempa Tektonik Lokal yang mengindikasikan perubahan stress batuan di sekitar G. Agung juga terekam dan mulai meningkat secara konsisten sejak 26 Agustus 2017 dengan amplituda berkisar 3 mm sampai 22 mm.
  4. Citra termal yang terekam oleh sensor MODIS di satelit Terra dan Aqua (NASA) pada periode Januari-September 2017 belum menunjukkan adanya titik api di G. Agung. Hal ini mengindikasikan bahwa belum ada material magmatik signifikan yang keluar di permukaan.
  5. Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental, aktivitas G. Agung teramati meningkat dengan terekamnya kegempaan-kegempaan tersebut di atas yang mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik G. Agung saat ini dalam keadaan tidak stabil sehingga probabilitas untuk terjadi letusan menjadi meningkat, meskipun kejadiannya tidak dapat dipastikan.

 

IV.Potensi Bencana

  1. Sejarah aktivitas erupsi G. Agung dicirikan oleh erupsi-erupsi yang bersifat eksplosif dan efusif dengan pusat kegiatan di G. Agung yang terletak di dalam Kawah G. Agung.
  2. Dalam sejarah aktivitasnya, erupsi G. Agung mengindikasikan potensi ancaman bahaya berupa jatuhan piroklastik, aliran piroklastik, dan aliran lava. Daerah yang berpotensi terancam jatuhan piroklastik dapat tersebar di sekeliling G. Agung tergantung pada arah angin.
  3. Dengan kondisi aktivitas seperti saat ini maka jika terjadi letusan, potensi bahayanya diperkirakan utamanya masih berada di area tubuh G. Agung yang berada di lereng Utara, Tenggara, dan Selatan G. Agung.
  4. Ancaman bahaya secara langsung berada di daerah utara G. Agung terutama di daerah aliran sungai Tukad Tulamben, Tukad Daya, Tukad Celagi yang berhulu di area bukaan kawah, Sungai Tukad Bumbung di Tenggara, Pati, Tukad Panglan, dan Tukad Jabah di Selatan G. Agung berpotensi terhadap bahaya aliran piroklastik dan lahar. Jika erupsi efusif berupa aliran lava G. Agung.  (terlampir di Gambar 3: Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung)

 

V. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka terhitung mulai tanggal 14 September 2017 pukul 14.00 WITA tingkat aktivitas G. Agung dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada).

 

VI. Rekomendasi

  1. Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 3 km dari kawah puncak G. Agung atau pada elevasi 1500 m dari permukaan laut.
  2. Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diharap untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Agung yang tidak jelas sumbernya.
  3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Agung.
  4. Masyarakat maupun  BNPB, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Karangasem, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun  rekomendasi G. Agung setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.vsi.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.

Untuk mengunduh format laporan diatas, dapat diunduh disini

 

 

Gambar 1. Visual G. Agung pada tanggal 1 Juli 2017 dan 13 September 2017

Agung 1 (140917)

Visual tanggal 1 Juli 2017

Agung 2 (140917)

Visual tanggal 13 September 2017

 

Gambar 2. Grafik Kegempaan G. Agung dan RSAM Tanggal 1 Juli  – 13 September 2017

Agung 3 (140917)

 

Agung 4 (140917)

 

Agung 5 (140917)

 

Agung 6 (140917)

 

Agung 7 (140917)

 

Agung 8 (140917)

 

Gambar 3. Titik Panas G. Agung yang Terekam Sensor MODIS hingga 13 September 2017

Agung 9 (140917)

 

Agung 10 (140917)