Laporan Evaluasi Tingkat Aktivitas Gunungapi Bulan Oktober 2017

I. PENDAHULUAN

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia. Ketiga lempeng ini bergerak terus. Proses penunjaman atau subduksi mengakibatkan pelelehan batuan kerak bumi, bagian batuan meleleh ini mempunyai berat jenis lebih kecil dengan batuan sekitarnya, bergerak mengapung menuju permukaan, dan kemudian membentuk gunungapi. Proses penunjaman dan pelelehan batuan kerak bercampur batuan mantel bagian demi bagian berjalan secara menerus mengakibatkan terjadinya erupsi secara periodik dari gunungapi.

Di Indonesia tersebar sebanyak 127 gunungapi (13% gunungapi di dunia ada di Indonesia). Gunungapi tersebut membentuk busur kepulauan yang membentang dari ujung barat sampai timur, yaitu dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, dan Kepulauan Sangir Talaud. Sebanyak 76 gunungapi dinyatakan sangat aktif ditandai pernah erupsi sejak tahun 1600 sampai sekarang disebut sebagai Gunungapi Tipe-A, tiga diantaranya berada di bawah laut (Buana Wuhu/Sangir, Hobal dan Emperor of China /Flores), hingga saat ini hanya 69 gunungapi dipantau secara menerus melalui 75 pos pengamatan gunungapi, sebagai salah satu mitigasi erupsi gunungapi. Erupsi gunungapi dapat menyebabkan bencana bagi penduduk di sekitarnya, tidak kurang dari 5 juta jiwa bermukim dan beraktivitas di sekitar gunungapi aktif, sehingga risiko terjadi bencana erupsi gunungapi sangat besar.

Oktober 1 (011117)

Peta penyebaran gunungapi Indonesia

I. TINGKAT AKTIVITAS GUNUNGAPI OKTOBER 2017 

Dalam Bulan Oktober 2017 tercatat ada 1 (satu) gunungapi pada Level IV (AWAS), 1 (satu) gunungapi pada Level III (SIAGA), 18 gunungapi pada Level II (WASPADA) serta 49 gunungapi pada Level I (NORMAL).

 

2. 1. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL IV (AWAS)

G. Sinabung

G. Sinabung secara administratif terdapat di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, terletak pada koordinat Longitude 98.3920 dan Latitude 3.170 , tinggi puncak 2460 meter di atas permukaan laut.

Visual: Aktivitas gunungapi Sinabung selama Oktober 2017 teramati asap kawah utama dengan tinggi maksimum 1500 meter di atas puncak, bertekanan lemah hingga sedang, warna putih, intensitas tipis hingga tebal, guguran masih mendominasi arah luncuran ke tenggara-timur sejauh antara 500 – 2500 meter dan ke arah selatan sejauh 500 - 2000 m, sedangkan erupsi teramati sebanyak 47 kejadian, tinggi kolom erupsi berkisar antara 500 – 3600 meter di atas puncak. Teramati 8 kali kejadian Awan Panas Guguran meluncur ke arah timur-tenggara serta selatan sejauh 1000 – 4500 meter.

Kegempaan: Selama Oktober 2017 kegempaan didominasi oleh gempa Guguran dan Low Frequency masing-masing terekam sebanyak 1666 dan 584 kejadian perbulan, untuk gempa erupsi terekam selama Oktober 2017 sebanyak 55 kejadian perbulan, rincian gempa selengkapnya adalah sebagai berikut:

Oktober 2 (011117)

Tingkat Aktivitas : Berdasarkan data visual dan kegempaan selama Oktober 2017 tingkat aktivitas G. Sinabung Level IV (AWAS). Selama bulan ini tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.

 

Rekomendasi:

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

 

2. 2. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL III (SIAGA)

G. Agung

G. Agung secara administratif terdapat di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, terletak pada koordinat Longitude 115.5080 dan Latitude 8.3420 , tinggi puncak 3142 meter di atas permukaan laut. Selama Oktober 2017 G. Agung mengalami peningkatan tingkat aktivitas diawali pada 14 September 2017 menjadi Level II (WASPADA), aktivitas vulkanik semakin meningkat maka pada 18 September 2017 dinaikan lagi menjadi Level III (SIAGA), gempa-gempa vulkanik masih terus meningkat sangat signifikan, maka pada 22 September 2017 pukul 20:30 WITA ditingkatkan menjadi Level IV (AWAS), dan pada 29 Oktober 2017 pukul 16:00 WITA tingkat aktivitas diturunkan menjadi LEVEL III (SIAGA).

Visual: Aktivitas gunungapi Agung selama Oktober 2017 pada umumnya cuaca cerah hingga hujan, dengan curah hujan maksimal 178.2 mm, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan timur laut. Suhu udara berkisar antara 16 - 38°C. Kelembaban 93%. Tekanan udara 89 mmHg. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 1500 meter dari atas puncak, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tipis hingga tebal.

Kegempaan: Selama Oktober 2017 kegempaan didominasi oleh gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan gempa Vulkanik Dalam (VA) masing-masing terekam sebanyak 6248 dan 11207 kejadian perbulan, rincian gempa selengkapnya adalah sebagai berikut

Oktober 3 (011117)

Tingkat Aktivitas : Berdasarkan data visual dan kegempaan pada Oktober 2017 tingkat aktivitas G. Agung Level III (SIAGA) sejak 29 Oktober 2017 pukul 16:00 WITA. Selama bulan ini tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa. 

Rekomendasi:

Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak G. Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 km. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru 

 

2.3. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL II (WASPADA)

Pada Oktober 2017 ada 1 (satu) gunungapi mengalami peningkatan tingkat aktivitas dari level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) yaitu: Gunungapi Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tengara Timur dinaikan pada 7 Oktober 2017 pukul 20:00 WITA, maka jumlah gunungapi pada Level II (WASPADA) sebanyak 18 gunungapi. Gunungapi yang masih memperlihatkan aktivitas erupsi adalah G. Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. G. Dieng sejak 2 Oktober 2017 pukul 12:00 WIB tingkat aktivitasnya diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal),  sedangkan gunungapi lainnya belum menunjukan aktivitas peningkatan atau penurunan adalah G. Ibu, G. Gamalama, G. Sangeangapi, G. Kerinci, G. Marapi, G. Anak Krakatau, G. Semeru, G. Bromo, G. Rinjani, G. Soputan, G. Karangetang, G. Rokatenda, G. Gamkonora, G. Lokon, G. Banda Api, dan G. Dempo, dalam bulan Oktober 2017 tingkat aktivitasnya masih Level II (WASPADA), tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.

  

2.4. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL I (NORMAL)

Selama Oktober 2017 jumlah gunungapi dalam Level I (NORMAL) sebanyak 49 gunungapi, belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan, namun sewaktu-waktu peningkatan tingkat aktivitas akan terjadi. Gunungapi tingkat aktivitas pada Level I (Normal) adalah seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini:

Tabel 1. Gununungapi tingkat aktivitas Level I (NORMAL)

Oktober 4 (011117)

Selama bulan Oktober 2017 tidak tercatat adanya korban jiwa dari pengunjung dan wisatawan

 

2.3. VOLCANO OBSERVATORY NOTICE FOR AVIATION (VONA)

Selama Oktober 2017 pengiriman data tinggi kolom erupsi untuk keselamatan penerbangan yang digunakan pada jalur penerbangan dalam bentuk VONA terkirim sebanyak 55 VONA diantaranya:

G. Sinabung sebanyak 24 VONA

G. Dukono sebanyak 28 VONA

G. Agung sebanyak 2 VONA

G. Ili Lewotolok 1 VONA

 

3. KESIMPULAN
  • G. Sinabung pada Tingkat Aktivitas Level IV (AWAS) kondisi visual dan kegempaan masih tinggi, sehingga potensi ancaman bahaya erupsi G. Sinabung masih tinggi khususnya Guguran dan Awan panas guguran yang umumnya mengarah ke tenggara – timur, erupsi-erupsi masih berlangsung tiap hari. Tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level III (SIAGA) sebanyak 1 (satu) gunungapi yaitu G. Agung, secara visual maupun kegempaan masih relative tinggi, tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level II (WASPADA) sebanyak 18 gunungapi secara visual maupun kegempaan masih relatif tinggi, tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level I (NORMAL) sebanyak 49 gunungapi kondisinya belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas, tidak ada kejadian korban dari pengunjung maupun wisatawan