Laporan Evaluasi Tingkat Aktivitas Gunungapi Bulan Februari 2018

I. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara kepulauan, terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia. Ketiga lempeng ini bergerak terus saling bertumbukan. Proses penunjaman atau subduksi mengakibatkan pelelehan batuan kerak bumi, bagian batuan meleleh ini mempunyai berat jenis lebih kecil dengan batuan sekitarnya, bergerak mengapung menuju permukaan, dan kemudian membentuk gunungapi. Proses penunjaman dan pelelehan batuan kerak bercampur batuan mantel bagian demi bagian berjalan secara menerus mengakibatkan terjadinya erupsi secara periodik dari gunungapi.

Di Indonesia tersebar sebanyak 127 gunungapi (sekitar 13% gunungapi di dunia). Gunungapi tersebut membentuk busur kepulauan yang membentang dari ujung barat sampai timur, yaitu dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, dan Kepulauan Sangir Talaud. Sebanyak 76 gunungapi dinyatakan sangat aktif ditandai pernah erupsi sejak tahun 1600 sampai sekarang disebut sebagai Gunungapi Tipe-A, tiga diantaranya berada di bawah laut (Buana Wuhu/Sangir, Hobal dan Emperor of China /Flores), hingga saat ini hanya 68 gunungapi dipantau secara menerus melalui 75 pos pengamatan gunungapi, sebagai salah satu mitigasi erupsi gunungapi. Erupsi gunungapi dapat menyebabkan bencana bagi penduduk di sekitarnya, tidak kurang dari 5 juta jiwa bermukim dan beraktivitas di sekitar gunungapi aktif, sehingga risiko bencana erupsi gunungapi sangat besar.

Februari 1 (010318)

Peta penyebaran gunungapi Indonesia

II. TINGKAT AKTIVITAS GUNUNGAPI FEBRUARI 2018

Dalam Bulan Februari 2018 tercatat ada 1 (satu) gunungapi pada Level IV (AWAS), 1 (satu) gunungapi pada Level III (SIAGA), 18 gunungapi pada Level II (WASPADA) serta 48 gunungapi pada Level I (NORMAL).

2. 1. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL IV (AWAS)

G. Sinabung

G. Sinabung secara administratif terdapat di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, terletak pada koordinat Longitude 98.3920 dan Latitude 3.170 , tinggi puncak 2460 meter di atas permukaan laut.

Visual: Aktivitas gunungapi Sinabung selama Februari 2018, teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 1000 meter dari atas puncak, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tipis hingga tebal, guguran masih mendominasi luncuran ke tenggara-timur sejauh 500 – 2500 meter dan kadang ke arah selatan sejauh 500 – 2000 meter, erupsi teramati sebanyak 14 kejadian, tinggi kolom erupsi berkisar 500 – 5000 meter di atas puncak. Pada 19 Februari 2018 pukul 08:35 WIB terjadi erupsi, tinggi erupsi 5 km, diikuti awanpanas ke selatan sejauh 4,9 km dan ke tenggara sejauh 3,5 km

Kegempaan: Selama Februari 2018 terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 567 kejadian perbulan, maka pada 19 Februari 2018 terjadi erupsi yang cukup besar, jenis gempa lainnya menunjukan penurunan dibanding bulan sebelumnya, gempa Guguran dan Low Frequency masing-masing terekam sebanyak 388 dan 319 kejadian perbulan, untuk gempa erupsi terekam selama Februari 2018 sebanyak 24 kejadian perbulan, rincian gempa selengkapnya adalah sebagai berikut:

Februari 2 (010318)

Tingkat Aktivitas : Berdasarkan data visual dan kegempaan selama Februari 2018 tingkat aktivitas G. Sinabung Level IV (AWAS). Selama bulan ini tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.

 Rekomendasi:

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

 

2. 2. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL III (SIAGA)

G. Agung

G. Agung secara administratif terdapat di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, terletak pada koordinat Longitude 115.5080 dan Latitude 8.3420 , tinggi puncak 3142 meter di atas permukaan laut. Selama November 2017 G. Agung mengalami peningkatan tingkat aktivitas diawali pada 14 September 2017 menjadi Level II (WASPADA), aktivitas vulkanik semakin meningkat maka pada 18 September 2017 dinaikan lagi menjadi Level III (SIAGA), gempa-gempa vulkanik masih terus meningkat sangat signifikan, maka pada 22 September 2017 pukul 20:30 WITA ditingkatkan menjadi Level IV (AWAS), aktivitas vulkanik menunjukan penurunan maka pada 29 Oktober 2017 pukul 16:00 WITA tingkat aktivitas diturunkan menjadi LEVEL III (SIAGA). Diawali kejadian erupsi pada 21 November 2017 pukul 17:05 WITA kolom erupsi kelabu tebal tinggi 700 meter, pada 25 November 2017 pukul 17:20 WITA terjadi erupsi kelabu tebal tinggi 2000 meter dan sepanjang malam tampak pantulan bara api (warna merah) pada kolom erupsi, kejadian ini berlangsung terus bahkan pada 27 November 2017 terjadi lahar pada aliran sungai yang mengalir ke tenggara sehingga pada 27 November 2017 pukul 06:00 WITA tingkat aktivitas G. Agung ditingkatkan dari LEVEL III (SIAGA) menjadi LEVEL IV (AWAS). Berdasarkan data pengamatan multi-parameter terkini maka bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini cenderung turun, tetapi belum stabil dimana kejadian erupsi masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 10 Februari 2018 pukul 09.00 WITA tingkat aktivitas G. Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga).

Visual: Aktivitas gunungapi Agung selama Februari 2018 pada umumnya cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan timur laut. Suhu udara sekitar 19 - 31°C. Kelembaban 64 - 93%. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 1500 meter dari atas puncak, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tipis hingga tebal.

Kegempaan: Selama Februari 2018 kegempaan didominasi oleh gempa Hembusan, gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan gempa Vulkanik Dalam (VA) masing-masing terekam sebanyak 225, 104 dan 105 kejadian perbulan, rincian gempa selengkapnya adalah sebagai berikut

Februari 3 (010318)

Tingkat Aktivitas : Berdasarkan data visual dan kegempaan pada Februari 2018 tingkat aktivitas G. Agung Level Ill (SIAGA) sejak 10 Februari 2018 pukul 09:00 WITA. Selama bulan ini tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.

 Rekomendasi:

Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi serta dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.

  

2.3. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL II (WASPADA)

Pada Februari 2018 aktivitas gunungapi pada Level II belum menunjukan adanya peningkatan atau penurunan tingkat aktivitas, jumlah gunungapi pada Level II (WASPADA) sebanyak 18 gunungapi. Gunungapi yang masih memperlihatkan aktivitas erupsi adalah G. Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, sedangkan gunungapi lainnya belum menunjukan aktivitas peningkatan atau penurunan adalah G. Ibu, G. Gamalama, G. Sangeangapi, G. Dempo, G. Kerinci, G. Marapi, G. Anak Krakatau, G. Semeru, G. Bromo, G. Rinjani, G. Soputan, G. Karangetang, G. Rokatenda, G. Lewotolok, G. Gamkonora, G. Lokon, dan G. Banda Api, dalam bulan Februari 2018 tingkat aktivitasnya masih Level II (WASPADA), tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.

  

2.4. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL I (NORMAL)

Selama Februari 2018 jumlah gunungapi dalam Level I (NORMAL) sebanyak 48 gunungapi, belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan, namun sewaktu-waktu peningkatan tingkat aktivitas akan terjadi. Gunungapi tingkat aktivitas pada Level I (Normal) adalah seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini:

Tabel 1. Gununungapi tingkat aktivitas Level I (NORMAL)

Februari 4 (010318)

Selama bulan Februari 2018 tidak tercatat adanya korban jiwa dari pengunjung dan wisatawan

 

2.3. VOLCANO OBSERVATORY NOTICE FOR AVIATION (VONA)

Selama Februari 2018 pengiriman data tinggi kolom erupsi untuk keselamatan penerbangan yang digunakan pada jalur penerbangan dalam bentuk VONA terkirim sebanyak 27 VONA diantaranya:

  • G. Sinabung sebanyak 12 VONA
  • G. Dukono sebanyak 11 VONA
  • G. Agung sebanyak 3 VONA
  • G. Karangetang  1 VONA

 

3. KESIMPULAN
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level IV (AWAS) yaitu G. Sinabung, kondisi secara visual dan kegempaan masih tinggi, potensi ancaman bahaya erupsi G. Sinabung masih tinggi khususnya Guguran dan Awan panas guguran yang umumnya mengarah ke tenggara – timur dan selatan. Tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level III (SIAGA) yaitu G. Agung, kondisi secara visual dan kegempaan masih tinggi, potensi ancaman bahaya erupsi G. Agung masih tinggi. Tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level II (WASPADA) sebanyak 18 gunungapi secara visual maupun kegempaan masih relatif tinggi, tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level I (NORMAL) sebanyak 48 gunungapi kondisinya belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas, tidak ada kejadian korban dari pengunjung maupun wisatawan