Laporan Kebencanaan Geologi 14 September 2017 (06:00 Wib)

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

I. SUMMARY:


Hari ini, Kamis, 14 September 2017, Bencana Geologi yang terjadi sbb:


1. Gunung Api

G. Sinabung:
Tingkat aktivitas Level IV (AWAS). Sinabung (2460 m dpl) dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi sering tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih tipis-tebal dengan tekanan lemah-sedang setinggi 500 m di atas puncak. Melalui rekaman seismograf, tercatat 2 kali erupsi/letusan dan teramati kolom abu setinggi 2700-2800 m. Terekam 37 kali guguran lava dan saat jelas teramati meluncur sejauh 1000 m ke arah Timur-Tenggara. Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.

Rekomendasi: 

-Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

-Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga  kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

VONA:

Terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 September 2017 Pukul 15:30 WIB, terkait letusan dengan ketinggian abu 5160 m di atas permukaan laut atau 2700 m di atas puncak, condong ke arah Timur-Tenggara.

G. Dukono:
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Melalui rekaman seismograf, tercatat 35 kali erupsi/letusan dan teramati kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal tekanan sedang dengan ketinggian 500-800 m di atas puncak, condong ditiup angin ke arah Barat. 

Rekomendasi:

Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

VONA:

Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 13 September 2017 pukul 08:44 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1729 m di atas permukaan laut atau 500 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah Barat.

G. Ibu:
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus. Secara visual dari kemarin sampai pagi ini gunungapi tampak jelas hingga berkabut. Melalui rekaman seismograf, tercatat 92 kali erupsi/letusan, 81 kali hembusan dan 2 kali guguran lava. Saat jelas, teramati kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tipis-sedang tekanan lemah-sedang dengan ketinggian 300-600 m di atas puncak, condong ditiup angin ke arah Utara-Timurlaut. 

Rekomendasi:

Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu

VONA:

Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m di atas puncak, kolom abu condong ke arah Utara.

Untuk Gunungapi status Normal:  

Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan September 2017 yang dibandingkan bulan Agustus 2017,  menunjukan Wilayah  Sumatera dan Kalimantan cenderung mengalami peningkatan. Sedangkan  Wilayah Indonesia bagian Timur seperti Sulawesi dan Maluku cenderung potensi terjadinya gerakan tanah relatif menurun. Potensi Kejadian gerakan tanah diperkirakan akan masih terus mengancam terutama di wilayah Jawa mengingat  pertumbuhan penduduk  dan alih fungsi lahan yang  cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.

Tanggal 13 September 2017 dilaporkan tidak ada kejadian gerakan tanah / tanah longsor. Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini.  Masyarakat dapat mengunduh melalui http://vsi.esdm.go.id/gallery/index.php?/category/12


II. DETAIL
1. Gunung Api
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 
a. 1 gunung api status AWAS/Level 4 sejak 2 Juni 2015 (G. Sinabung*, Sumut); 
b. Sebanyak 17 gunung api Status Waspada/Level 2 (Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu*, Dukono*, dan Banda Api); 
c. Sisanya 51 gunung api: Status Normal/Level 1.

Gunungapi Sinabung.
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). Dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi sering tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih tipis-tebal dengan tekanan lemah-sedang setinggi 500 m di atas puncak. Melalui rekaman seismograf, tercatat 2 kali erupsi/letusan dan teramati kolom abu setinggi 2700-2800 m. Terekam 37 kali guguran lava dan saat jelas teramati meluncur sejauh 1000 m ke arah Timur-Tenggara. Hasil pengukuran volume kubah lava pasca letusan besar Tanggal 2-3 Agustus 2017 yang dilakukan terakhir kali pada Tanggal 25 Agustus 2017 dan yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava adalah sekitar 1,5 juta m3.


Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas sejak tanggal 10 April 2017 yang lalu meluncur sejauh 3,5 km dan luncuran awan panas Tanggal 02-03Agustus 2017 sejauh 4,5 km ke lereng Tenggara dan Timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 dan pasca luncuran awan panas 02 Agustus  2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) Danau Laborus bertambah  besar. Pebendungan membentuk danau yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.


Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Gunungapi Dukono.
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Melalui rekaman seismograf, tercatat 35 kali erupsi/letusan dengan amplitudo dominan tremor menerus berkisar 0,5-22 mm (dominan 2 mm) dan teramati kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal tekanan sedang dengan ketinggian 500-800 m di atas puncak, condong ditiup angin ke arah Barat. Terdengar bunyi gemuruh lemah dan sekali dentuman sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.


Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Gunungapi Ibu.
Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2000 menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer utamanya berada di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan kawah Utara, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di sekitar puncak G. Ibu, serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak jelas hanya di pagi hari dan seterusnya berkabut. Melalui rekaman seismograf, tercatat 92 kali erupsi/letusan, 81 kali hembusan dan 2 kali guguran lava. Saat jelas, teramati kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tipis-sedang tekanan lemah-sedang dengan ketinggian 300-600 m di atas puncak, condong ditiup angin ke arah Utara-Timurlaut. Tidak terdengar suara dentuman/gemuruh di Pos Ibu yang berjarak 10 km di barat puncak.


Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan Ibu dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat tentang penanggulangan bencana erupsi Ibu.

Informasi mengenai abu vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia (https://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:

- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,

- BMKG, 

- Air Nav, 

- Air Traffic Control, Airlines,

- VAAC Darwin, 

- VAAC Tokyo, 

- dll


VONA terakhir yang terkirim:
(1) G. Sinabung, Sumatera Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, tanggal 13 September 2017 Pukul 15:30 WIB, terkait dengan letusan yang disertai kepulan kolom abu mencapai ketinggian 5160 m di atas permukaan laut atau 2700 m di atas puncak, kolom abu bergerak ke arah Timur-Tenggara.
(2) G. Dukono, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit 13 September 2017 pukul 08:44 WIT terkait dengan erupsi yang disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1729 m di atas permukaan laut atau 500 m dari puncak, kolom abu bergerak ke arah Barat.
(3) G. Ibu, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke Utara.

Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.