Sosialisasi Identifikasi Daerah Rawan Bencana Longsor Dan Banjir Bandang Dengan Bpbd Kabupaten Dan Provinsi Di Jawa Tengah

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di undang sebagai narasumber dalam acara Identifikasi dan Sosialisasi daerah Rawan Bencana Longsor dengan peserta BPBD Kabupaten diseluruh Jawa Tengah dan BPBD Provinsi Jawa Tengah.  Kegiatan ini dilakukan  pada tanggal 8 Juni 2017 di Surakarta, Jawa tengah. Acara ini diselenggarakan karena sebagian besar wilayah  Jawa Tengah rawan bencana longsor. Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana pada kesempatan ini juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan informasi dari PVMBG, Badan Geologi berkaitan dengan Peta Peringatan Dini Potensi Terjadi Gerakan Tanah setiap bulan dan Pengiriman Tim dari PVMBG, Badan Geologi sangat bermanfaat bagi masyarakat dan BPBD Kabupaten. Harapannya Informasi awal  peringatan dini dan kajian laporan singkat pemeriksaan longsor tersebut segera disikapi oleh BPBD Kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Hal ini Mengingat longsor baik skala kecil maupun besar merupakan bencana paling sering di Jawa Tengah. Narasumber dari PVMBG di wakili oleh Sumaryono dari Bidang Mitigasi Gerakan Tanah yang memaparkan Identifikasi daerah rawan gerakan tanah/tanah longsor dan potensi aliran bahan rombakan atau yang dimasyarakat dikenal dengan istilah banjir bandang. Sedangkan narasumber lainnya dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI dengan pemateri Kepala Pusat Geoteknologi LIPI Dr. Eko Yulianto dengan paparan Peralatan Landslide Early Warning System yang di Buat oleh LIPI serta materi tambahan Potensi Gempa Raksasa (>9 SR) di Selatan Jawa.

Bandang 1 (080617)

Bandang 2 (080617)

Peserta Sosialisasi Kepala BPBD Kabupaten diseluruh Jawa Tengah

Diskusi dan tanya jawab dilakukan pada acara ini yang intinya bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten menginginkan sosialisasi seperti ini memang sangat penting untuk dilakukan termasuk langsung ke masyarakat dan instansi lainnya. Peserta juga berharap kalau PVMBG memetakan dalam skala yang lebih detil lagi atau skala besar misalnya > 1: 25.000, Peta peringatan dini dari PVMBG diharapkan juga bisa dikirim langsung ke BPBD-Kabupaten lewat email agar informasinya semakin cepat, mengingat kebanyakan longsor sangat lokal, Pentingnya mengidentifikasi jenis tanaman untuk daerah rawan longsor yang mampu menguatkan lereng. Berdasarkan Penelitian dari LIPI disebutkan bahwa tanaman kolang-kaling merupakan tanaman yang cocok untuk daerah rawan longsor karena sifatnya yang mampu menyerap air dan mampu menguatkan lereng namun belum dilakukan penelitian detil bagaimana jarak tanamnya supaya tidak membebani lereng. BPBD juga berharap agar lembaga penelitian, PVMBG, Badan Geologi dan Universitas membuat alat peringatan dini gerakan tanah/tanah longsor semurah mungkin, karena selama ini masalah alat peringatan dini longsor masih mahal dan susah dalam perawatannya banyak daerah belum sanggup untuk membelinya.