Tim Penyelidikan Tsunami Pvmbg Menjadi Narasumber Pada Kegiatan Gladi Posko Bpbd Kabupaten Purworejo

Dalam rangka mendukung tindak rencana kontinjensi bencana tsunami, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo melaksanakan kegiatan Gladi Posko Selasa (25/0717) di Kantor Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta ini bertujuan untuk menyamakan persepsi khususnya bagi muspika Kecamatan Purwodadi, relawan BPBD, dan petugas BPBD Purworejo dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana tsunami.

Tim Penyelidikan Endapan Tsunami Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi (Imun Maemunah, Supartoyo, Pandu Adi Minarno, Arianne Pingkan Lewu) yang sedang melaksanakan kegiatan di Pantai Selatan Kabupaten Purworejo, diundang untuk memberikan materi tentang karakteristik gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Purworejo.

IMG_6352
Pemateri pada kegiatan Gladi Posko BPBD Kab. Purworejo

Pada kesempatan pertama, Supartoyo menyampaikan materi karakteristik gempa bumi mulai dari hal mendasar tentang pengertian, klasifikasi dan penyebab gempa bumi. Dilanjutkan dengan kegempaan dan sumber gempa bumi di Purworejo, bahaya dan upaya mitigasi gempa bumi. Supartoyo dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sumber gempa bumi di sekitar Purworejo, berasal dari zona subduksi di laut dan Sesar Opak yang berada di darat (± 40 km).

Berdasarkan data kegempaan yang bersumber dari USGS tahun 1900-2017, terlihat adanya seismic gap yang terletak di selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Seismic gap ini harus diwaspadai terhadap potensi gempa bumi dengan magnituda besar yang diperkirakan dapat mengakibatkan terjadinya tsunami.

Sementara itu Imun Maemunah pada kesempatan berikutnya menyampaikan materi tentang karakteristik tsunami di Kabupaten Purworejo. Dalam paparannya Imun menjelaskan tentang pengertian dan penyebab tsunami, bahaya tsunami, kejadian tsunami di Indonesia dan dunia, karakteristik Pantai Purworejo, potensi tsunami di Purworejo, dan upaya mitigasi tsunami.

badangeologidanbadanpenanggulanganbencanadaerahkabupatenpurworejosamakanpersepsihadapitsunami1
Lokasi Seismic Gap berdasarkan data kegempaan yang bersumber dari USGS (periode tahun 1900-2017)

Dijelaskan lebih lanjut berdasarkan Pengamatan lapangan, karakteristik pantai Purworejo yang sebagian besar merupakan pantai lurus dan pantai berteluk yang landai, merupakan daerah rawan tsunami. Pada pantai landai gelombang tsunami akan langsung menuju daratan karena tidak ada penghalang yang bisa meredam gelombang tersebut. Di pantai yang berteluk perlu diwaspadai terjadinya akumulasi gelombang tsunami yang dipantulkan oleh tebing-tebing sekitarnya sehingga amplitudo gelombang tsunami akan lebih tinggi.

Diterangkan juga berdasarkan hasil penyelidikan endapan tsunami yang sedang dilakukan, telah dijumpai indikasi kandidat paleotsunami pada kedalaman sekitar 90 cm dan 190 cm. Kandidat paleotsunami berupa pasir halus hingga sedang, berwarna abu-abu, mengandung cangkang kerang dan fosil. Data ini bisa mendukung pemutakhiran Peta KRB Tsunami yang telah dibuat sebelumnya.

IMG_5772
Pantai Keburuhan, pantai lurus dan landai

Sebagai penutup diterangkan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami yang dapat dilakukan diantaranya membangun bangunan yang sesuai dengan kaidah bangunan tahan gempa dan tsunami, membuat jalur dan tempat evakuasi, membangun tempat logistik untuk menghadapi gempa bumi dan tsunami, pemeliharaan gumuk pasir yang terdapat di pantai Purworejo, pembuatan jalur hijau, pembuatan peredam gelombang buatan seperti dinding pantai dan jetty, wajib latih, sosialisasi, serta simulasi. Peserta terlihat antusias mengikuti jalannya acara Gladi Posko dan Pejabat BPBD mengucapkan terima kasih kepada Tim Penyelidikan Endapan Tsunami Pantai Selatan Purworejo.