Konferensi Pers Gempa Bumi Lombok Utara M 7.0 13 Agustus 2018

Bertempat di Ruang Monitoring Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi yang diwakili oleh Kasbani Kapus PVMBG, Asep Kurnia Permana, Kepala Bidang Geosains PSG, Wahyudin Kabid Air Tanah PATGTL, dan Sri Hidayati Kabid Mitigasi Gempa Bumi PVMBG mengadakan Konferensi Pers Gempa Bumi Lombok Utara, kegiatan ini berisikan penyampaian informasi tentang Kebencanaan, Analisa Gempa Bumi dan Kegiatan Tanggap Darurat Air Bersih.

Badan Geologi dalam keterangan pers yang diwakili oleh Kasbani Ka.Pus PVMBG menerangkan tentang kegiatan yang telah dilakukan Badan Geologi, juga dalam kesempatan itu pula Kasbani menekankan bahwa "Bangunan yang terletak pada zona pergeseran tanah dan retakan tanah dalam dimensi besar dan panjang agar digeser sekitar 20 meter dari retakan utama, yaitu di Desa Sambik Bengkol, Kecamatan Gangga; Dusun Beraringan, Desa Kayangan Kecamatan Kayangan; dan Desa Selengan Kecamatan Kayangan". 

Selain itu Badan Geologi merekomendasikan beberapa hal teknis perihal mitigasi bencana gempa bumi lombok, yaitu :

  1. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.
  2. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas BPBD dan Pemerintah setempat, serta tidak mudah terpancing oleh isu - isu yang tidak bertanggung jawab mengenai kejadian gempa bumi dan tsunami.
  3. Bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang (perkantoran, ruko, pasar, sekolah, dll) dibangun mengikuti kaidah – kaidah bangunan tahan gempa bumi.
  4. Agar dihindari membangun pada bagian bawah, tengah dan atas lereng terjal yang telah mengalami pelapukan karena akan berpotensi terjadinya gerakan tanah/ longsor yang dipicu oleh gempa bumi.
  5. Bangunan yang terletak pada zona pergeseran tanah dan retakan tanah dalam dimensi besar dan panjang agar digeser sekitar 20 meter dari retakan utama, yaitu di Desa Sambik Bengkol, Kecamatan Gangga; Dusun Beraringan, Desa Kayangan Kecamatan Kayangan; dan Desa Selengan Kecamatan Kayangan.
  6. Bangunan yang terletak pada zona likuifaksi dapat dibangun kembali dengan menerapkan kaidah bangunan tahan gempa bumi.
  7. Sosialisasi, simulasi, dan pelatihan penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur sebaiknya dilaksanakan secara reguler.
  8. Agar Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur segera merevisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) berdasarkan peta kawasan rawan bencana geologi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencakup bencana gempa bumi, tsunami, gunungapi dan gerakan tanah.
  9. Agar Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur memasukkan materi kebencanaan geologi (letusan gunungapi, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah) ke dalam kurikulum pendidikan.

Dalam kesempatan ini Asep Kurnia Permana, Kepala Bidang Geosains PSG, yang menerangkan "Analisis gempabumi lombok dan mikrozonasi kebencanaan gempa bumi kota Mataram", kemudian Wahyudin Kabid Air Tanah PATGTL  menerangkan "Tanggap Darurat Air Bersih pada Gempa di Lombok Utara 2018"

 

konferensi pers lombok 13 agustus (1)

Kasbani KaPus PVMBG, didampingi oleh Asep Kurnia Permana, Kepala Bidang Geosains PSG, Wahyudin Kabid Air Tanah PATGTL, dan Sri Hidayati Kabid Mitigasi Gempa Bumi PVMBG dalam acara konferensi pers

konferensi pers lombok 13 agustus (3)

Dihadapan para media cetak dan visual bergiliran pemapar menjelaskan tentang kebencanaan gempa bumi Lombok

Lampiran Press release dapat di unduh disini

 

Penulis : Yana_Karyana (HUMAS_PVMBG)